Bank NISP Right Issue Rp 600 M

Bank NISP Right Issue Rp 600 M

- detikFinance
Rabu, 12 Okt 2005 19:00 WIB
Jakarta - Untuk memperkuat modal, PT Bank NISP Tbk (NISP) akan melakukan penawaran umum terbatas atau right issue dengan target dana sebesar Rp 600 miliar, yang akan dilakukan pada November 2005.Dalam right issue ini, akan ditawarkan sebanyak 801.992.008 saham dengan nilai nominal Rp 125 dan harga penawaran Rp 750 per saham.Dengan right issue diperkirakan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) Bank NISP bisa naik sampai sekitar 19 persen dibanding CAR per akhir Juli 2005 sebesar 14,82 persen."Peningkatan permodalan ini sejalan dengan tujuan Bank NISP untuk masuk dalam kategori Bank Nasional dengan persyaratan modal minimum sebesar Rp 10 triliun pada tahun 2010, sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan Bank Indonesia dalam Arsitektur Perbankan Indonesia (API)," kata Direktur Bank NISP Muliadi Hardja dalam penjelasan tertulis, Rabu (12/10/2005).Right issue ini memberikan rasio 500:97, di mana setiap pemegang saham yang memiliki 500 saham dengan nilai nominal Rp 125 berhak untuk memesan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak 97 saham baru dengan harga Rp 750. Pemegang saham yang bisa ikut right issue harus tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada 22 November 2005. Sedangkan harga penawaran Rp 750 per saham tersebut harus dibayar penuh pada saat pengajuan pemesanan pembelian saham.Sedangkan pemegang saham yang tidak mengambil haknya dalam right issue ini, akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham (dilusi) yang cukup signifikan, maksimum sampai dengan 16,25 persen. Rencana right issue ini, akan dimintakan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 10 November 2005 mendatang.Saat ini, mayoritas saham Bank NISP dimiliki OCBC Bank melalui anak perusahaannya OCBC Overseas Investment Pte Ltd sebesar 70,66 persen. Sisanya dimiliki International Finance Corporation (IFC) yang merupakan salah satu anggota Grup Bank Dunia sebesar 8,56 persen dan masyarakat 20,78 persen. (ir/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads