Digempur Permintaan Dolar AS, Rupiah Terkapar
Kamis, 13 Okt 2005 09:38 WIB
Jakarta - Tekanan terhadap nilai tukar rupiah belum surut. Selain faktor tingginya permintaan dolar, rupiah juga tertekan oleh ekspektasi bakal dinaikkan kembali suku bunga the Fed.Pada awal perdagangan Kamis (13/10/2005), rupiah dibuka merosot di level Rp 10.135/10.145 per dolar AS. Sementara pada perdagangan kemarin, rupiah ditutup melemah di level Rp 10.100 per dolar AS.Menurut dealer, permintaan dolar AS dari korporasi kembali marak seiring meningkatnya impor barang menjelang lebaran. Sejumlah korporasi harus memborong dolar untuk impor guna menggenjot produksinya. Faktor lainnya yang akan menekan rupiah adalah sinyal kenaikan suku bunga the Fed pada November mendatang. Bank Sentral AS diperkirakan masih akan menaikkan suku bunganya yang kini di level 3,75 persen menjadi 4,25 persen hingga akhir tahun. Namun para analis tetap optimistis pelemahan rupiah tidak akan terlalu jauh. Pemerintah masih memiliki 'senjata pamungkas' untuk menahan pelemahan rupiah yakni dolar hasil penerbitan obligasi internasionalnya. Pemerintah bisa saja mengkonversi dolar tersebut jika rupiah terus merosot.
(qom/)











































