Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 19 Jul 2019 16:30 WIB

Alasan BI Sempat Tahan Bunga Selama 8 Bulan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5,75% dari sebelumnya 6%. Memang, BI sudah menahan bunga acuan di level 6% selama 8 bulan, padahal sejak beberapa bulan sebelumnya angka inflasi dan proyeksi pertumbuhan ekonomi ke depan sudah membaik.

Deputi Gubernur BI Doddy Budi Waluyo menjelaskan dalam memutuskan kebijakan bunga, bank sentral tak hanya memperhatikan kondisi domestik namun juga kondisi eksternal.

"Satu hal yang selama ini mungkin ditanyakan, kenapa BI tidak menurunkan bunga padahal inflasi bagus, perekonomian bagus? Ya karena kita juga masih melihat risiko eksternal, masih ada ketidakpastian dari eksternal," kata Doddy dalam pelatihan wartawan ekonomi di Hotel Adimulia, Medan, Jumat (19/7/2019).


Doddy menambahkan sebenarnya BI sudah melakukan persiapan penurunan suku bunga sejak 2 sampai 3 bulan sebelumnya. Melalui pelonggaran likuiditas dengan penurunan giro wajib minimum (GWM) sebanyak 50 bps untuk bank umum dan bank syariah.

"Untuk meningkatkan permintaan domestik termasuk investasi perlu ditingkatkan di tengah perlambatan ekonomi. Strategi operasi moneter untuk memastikan ketersediaan likuiditas yang dipasok BI ke perbankan," jelas dia.

Dia mengungkapkan kondisi eksternal seperti ketegangan dagang antara AS dan China turut mempengaruhi perekonomian global. Hal ini menyebabkan negara-negara mitra dagang dua negara besar tersebut harus waspada dengan risiko perang dagang itu. Kondisi ini juga turut menjadi perhatian bank sentral di seluruh dunia dalam melakukan pengambilan kebijakan.


Untuk diketahui, BI akhirnya memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps). BI 7 Days Repo Rate kini menjadi 5,75%.

Bank sentral tercatat sudah delapan bulan menahan suku bunga acuan di level 6% dengan deposit facility 5,75% dan lending facility 6,75%.

"RDG BI pada 17 dan 18 Juli 2019 memutuskan untuk menurunkan BI 7 days repo rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%" ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo di kantor BI, Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2019).


Selanjutnya suku bunga deposit facility dan lending facility juga diturunkan. Suku bunga deposit facility turun 25 bps jadi 5% dan lending facility turun 25 bps menjadi 6,5%.

Simak Video "Hati-hati! Uang Mahar Nikah Jangan Dilipat"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com