Sasar Warga Desa, Ini Sederet Layanan Nabung Tanpa ke Bank

Vadhia Lidyana - detikFinance
Sabtu, 27 Jul 2019 10:00 WIB
Agen Laku Pandai di Lombok/Foto: Dana Aditiasari
Banyuwangi - Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Strategi Nasional Keuangan Inklusi (SNKI) kini tengah gencar memperluas jangkauan Laku Pandai. Laku Pandai atau layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif ini memang mempermudah masyarakat untuk menabung, menyetor uang, bertransaksi, atau melakukan kredit.

Pasalnya, masyarakat un-banked atau yang belum mengenal layanan bank tak perlu membuat rekening bank umum. Cukup membuat rekening BSA (basic saving account) ke agen Laku Pandai terdekat, tanpa harus 'naik-turun gunung' ke bank-bank umum.

"Masyarakat bisa menabung, bisa setor uang, bisa transaksi ke agen. Misalnya, tetangga agen Laku Pandai tinggal mengetuk pintu rumahnya untuk transaksi. Masyarakat juga bisa lewat sebelum tarik uang, nanti agen siapkan uangnya," kata Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mohammad Miftah dalam media gatehing perkembangan Laku Pandai, di Dialoog Hotel, Banyuwangi, Jumat (26/7/2019).


Dengan pertumbuhan nasabah Laku Pandai yang cukup pesat, membuat tren masyarakat lebih memilih menikmati layanan agen Laku Pandai daripada ke bank yang jaraknya cukup jauh dari tempat tinggalnya.

"Ketika agennya ada dekat dengan mereka, masyarakat lebih suka menabung di agen karena tak perlu antre. Kalau bank harus antre," ujar Miftah.

Selain itu, jam pelayanan agen Laku Pandai pun lebih fleksibel. Masyarakat bisa mendatangi agen Laku Pandai di luar office hour bank umum.

"Ini menjadi kemewahan bagi masyarakat. Dia (agen Laku Pandai) juga bisa buka sejak pukul 06.30 sampai pukul 23.30 malam. Ketika ada tetangganya tiba-tiba ketuk pintu mau transaksi malam-malam, bisa," imbuhnya.


Ada empat produk Laku Pandai yang kini bisa dinikmati masyarakat pedalaman. Pertama yaitu rekening BSA yang merupakan sasaran utama program ini. Kemudian, ada kredit pembiayaan mikro, dan asuransi mikro.

Pada rekening BSA, masyakat tak dikenakan saldo minimum. Selain itu, tak ada minimum setoran juga. Sedangkan, saldo maksimalnya sebesar Rp 20 juta setiap saat dengan maksimal transaksi Rp 5 juta/bulan.

"Tabungan BSA merupakan sasaran utama Laku Pandai. Cirinya dia tidak ada administrasi bulanan. Tanpa minimum saldo, kemudian tanpa minimum setoran. Saldo rekening maksimal Rp 20 juta setiap saat. Maksimal transaksi Rp 5 juta/bulan," terang Miftah.

Lalu, ada juga kredit pembiayaan mikro. Syaratnya yaitu harus menjadi nasabah BSA minimal enam bulan. Jangka waktu kreditnya pun hanya satu tahun dengan maksimal nominal kreditnya Rp 20 juta.

"Lalu ada kredit pembiayaan mikro. Persyaratannya telah menjadi nasabah BSA minimal 6 bulan. Jangka waktu kredit satu tahun. Nominal kredit maksimal Rp 20 juta," jelas dia.

Kemudian juga ada asuransi mikro dengan premi rendah Rp 50.000. Jenisnya ada asuransi jiwa, asuransi keuangan, dan lain-lain.

Simak Video "Ini Perusahaan Leasing yang Kasih Keringanan Pembayaran"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)