Pendapatan Turun,Bank Bumiputera Alami Rugi Bersih Rp 37 M
Kamis, 20 Okt 2005 16:53 WIB
Jakarta - Menurunnya pendapatan bunga bersih dan tingginya beban bunga dan beban operasional, membuat PT Bank Bumiputera Tbk membukukan rugi bersih sampai Rp 37,5 miliar pada semester pertama 2005.Sedangkan pada periode yang sama tahun lalu perseroan masih mencatat laba bersih sebesar Rp 17,3 miliar. Demikian diungkapkan oleh Direktur Utama Bank Bumiputera Ghazali MohdRasad kepada Bursa Efek Jakarta (BEJ), Kamis (20/10/2005).Sampai semester pertama 2005 perseroan hanya mencatat pendapatan bunga bersih sebesar Rp 86,4miliar atau turun 27 persen dibandingkan periode yang sama pada 2004 sebesar Rp 118,1 miliar.Bunga yang dibayar perseroan selama Januari-Juni 2005 mencapai Rp 112,8 miliar, lebih tinggidibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 99,9 miliar.Dari sisi beban operasional, lonjakan terjadi pada beban penyisihan penghapusan aktiva produktif (PPAP) bank, dari Rp 27,2 miliar pada semester pertama tahun 2004 menjadi Rp 64,6 miliar pada tahun 2005. "Hal ini akibat semakin tingginya risiko penurunan mutu aktiva produktif perseroan di semester pertama 2005," kata Ghazali.Rugi bersih yang dibukukan tersebut membuat rugi per saham dasar menjadi sebesar Rp 19 per saham. Sedangkan pada periode yang sama tahun lalu masih mencatat laba per saham dasar Rp 9 per saham.Sebelumnya, BEJ sempat memberikan peringatan tertulis karena Bank Bumiputera terlambat menyampaikanlaporan keuangannya.Perseroan menyatakan keterlambatan itu disebabkan manajemen harus mempersiapkan laporan keuangan untuk memenuhi persyaratan pelaksanakan penerbitan saham baru (right issue). Rencananya perseroan akan melakukan right issue sekitar Rp 300 miliar pada November mendatang. Saat ini, perseroan masih menunggu persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB 25 November 2005.
(ir/)











































