Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 19 Agu 2019 12:39 WIB

Sudah Rp 203 T Kredit Bank Mandiri Masuk ke Infrastruktur

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Laporan Keuangan Semester I 2019 Bank Mandiri (Istimewa/Bank Mandiri) Foto: Laporan Keuangan Semester I 2019 Bank Mandiri (Istimewa/Bank Mandiri)
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk sepanjang semester I 2019 telah menyalurkan kredit ke sektor infrastruktur hingga Rp 203,4 triliun. Angka ini tumbuh 22,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi menjelaskan perseroan telah menyalurkan pembiayaan ke 7 sektor infrastruktur utama yakni transportasi Rp 39,6 triliun, tenaga listrik Rp 43,9 triliun, migas dan energi terbarukan Rp 37,2 triliun, konstruksi Rp 17,2 triliun.

"Kami juga sudah menyalurkan kredit untuk jalan tol Rp 17,1 triliun, telematika Rp 22,6 triliun, perumahan rakyat dan fasilitas kota Rp 10,9 triliun dan infrastruktur lainnya Rp 14,7 triliun," kata Hery dalam Public Expose Live di Gedung BEI, Jakarta, Senin (19/8/2019).


Hery mengungkapkan selaras dengan outlook pertumbuhan Indonesia yang positif hingga akhir tahun nanti, Bank Mandiri sangat optimis dapat membukukan target pertumbuhan kredit di kisaran 11%-12%.

"Untuk itu, kami berupaya terus memperkuat pendanaan untuk menjaga kesehatan likuiditas perusahaan agar dapat terus tumbuh secara berkelanjutan dan berkualitas," tutur Hery.

Bank Mandiri terus menunjukkan konsistensi dalam perbaikan kualitas kredit, dimana penurunan NPL gross menjadi 2,59% disebabkan oleh pengendalian manajemen risiko dan perbaikan kualitas kredit di hampir seluruh segmen bisnis. Rasio NPL gross tersebut merupakan angka terendah sejak triwulan III 2015.

Hery menambahkan, strategi pertumbuhan Bank Mandiri saat ini lebih mengutamakan sustainabilitas jangka panjang, dimana pengukuran kinerja tidak semata-mata diukur dari angka akhir periode (ending balance), melainkan menggunakan saldo rata-rata (average balance).

Hal ini terbukti efektif yang dilihat dari pertumbuhan kredit rata-rata perseroan secara bank only yang tumbuh cukup baik 12,1% YoY. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh dua segmen utama, yakni Corporate dan Retail yang berfokus pada kredit micro dan consumer.


Per Juni 2019, pembiayaan segmen Corporate secara bank only tumbuh rata-rata 21,2% yoy dengan ending balance konsolidasi mencapai Rp 338,4 triliun, segmen micro banking secara bank only tumbuh rata-rata 23,6% yoy dengan ending balance konsolidasi mencapai Rp 110,4 triliun, dan kredit consumer secara bank only tumbuh rata-rata 9% dengan ending balance konsolidasi mencapai Rp 87,3 triliun.

"Untuk mengoptimalkan fungsi intermediasi perbankan, kami juga berupaya menjaga komposisi kredit produktif dalam porsi yang signifikan, yakni 77,4% dari total portofolio kredit Bank Mandiri dengan penyaluran kredit investasi mencapai Rp242,3 triliun dan kredit modal kerja mencapai Rp 319,3 triliun" jelasnya.

Simak Video "Ilmuwan Manfaatkan Laba-laba Perangi Keganasan Nyamuk Malaria"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com