Per September, Aset Perbankan Syariah Capai Rp 18,46 Triliun
Senin, 24 Okt 2005 15:16 WIB
Jakarta - Aset perbankan syariah telah mencapai Rp 18,46 triliun untuk posisi hingga September 2005. Sementara pembiayaan untuk sektor mikro sebesar Rp 14,75 triliun dan dana pihak ketiga Rp 13,36 triliun."Hal ini berarti financing to deposit ratio lebih besar dari 100 persen atau sekitar 110,45 persen," ungkap Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI Harisman dalam sambutannya pencanangan program perbankan syariah peduli umat di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (24/10/2005).Untuk tahun 2005, Harisman memrediksi perbankan syariah akan tumbuh 40-50 persen, dengan rasio non performing finance 3,8 persen.Program Syariah Peduli UmatPada kesempatan tersebut, BI mencanangkan program perbankan syariah peduli umat bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Untuk periode 2005-2006, komitmen perbankan syariah termasuk BI untuk menghimpun dan menyalurkan voluntary sector yang terdiri dari zakat, infak, sodaqoh dan wakaf (ZISW) dalam koordinasi Baznas sebesar Rp 9,66 miliar.Angka tersebut ditambah santunan untuk bingkisan Lebaran Rp 315 juta. Program ini diikuti oleh 3 bank umum syariah dan 11 unit syariah.Gubernur BI Burhanuddin Abdullah mengatakan, sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, potensi voluntary sector sangat besar. Berdasarkan survei tahun 2004, nilai voluntary sector bisa mencapai Rp 19 triliun."Tetapi yang teradministrasi di Baznas hanya sekitar Rp 800 miliar," ujar Burhanuddin dalam pidato yang dibacakan oleh Deputi Gubernur BI Siti Ch Fadjrijah.Untuk itu akan dilakukan upaya optimalisasi zakat, antara lain melalui peningkatan koordinasi antara lembaga penghimpun voluntary sector dengan pemerintah.
(qom/)











































