Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 03 Sep 2019 19:10 WIB

Cerita Penunjukan Plh Dirut BTN yang Cuma Butuh Waktu 2 Jam

Danang Sugianto - detikFinance
Direktur BTN Nixon Napitupulu/Foto: Sylke Febrina Laucereno Direktur BTN Nixon Napitupulu/Foto: Sylke Febrina Laucereno
Jakarta - Perombakan direksi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) beberapa hari lalu menjadi heboh. Suprajarto yang waktu itu menjadi Dirut PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menolak keputusan Menteri BUMN Rini Soemarno yang menunjuknya menjadi Dirut BTN gantikan Maryono.

Meski begitu ramai diberitakan, direksi BTN saat ini menekankan bahwa kondisi internal saat itu tidak terlalu heboh. Sebab perusahaan sudah memiliki ketentuan jika hal itu terjadi.

Direktur Finance, Treasury & Strategy BTN Nixon L.P Napitupulu menjelaskan sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) perusahaan jika terjadi hal itu maka akan langsung dipilih pelaksana harian (Plh). Sesuai aturan perusahaan dipilih dewan direksi yang paling lama bekerja di BTN, dan terpilihlah Oni Febriarto Rahardjo.


Nixon menerangkan, setelah BTN menggelar RUPSLB pada 29 Agustus 2019 dan setelah mendengar keputusan Suprajarto, BTN keesokan paginya langsung menggelar rapat untuk menentukan Plh. Dia mengatakan, rapat itu berjalan normal tidak ada polemik yang terjadi.

"Jam 10 pagi hari Jumatnya, kita sudah rapat siapa pelaksana tugas dirut. Nggak lebih dari dua jam kita sudah tentukan. Santai kok kondisinya, enggak ada yang tegang-tegangan," terangnya di Menara BTN, Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Nixon sengaja menjelaskan hal itu ke publik, tujuannya untuk memberitahukan bahwa perusahaan dalam keadaan normal. Perombakan yang terjadi tidak mempengaruhi kinerja BTN.

"Jadi nggak usah khawatir, ini bukan yayasan sosial, PT, Tbk, BUMN yang sudah puluhan tahun, mungkin sudah ada dari jaman londo. Keberlangsungan BTN normal. Masih tetap banyak akad di kantor cabang. Jadi nggak ada yang terganggu," tambahnya.


Meskipun kabar tersebut diakuinya memberikan pengaruh terhadap pergerakan saham BTN di pasar modal. Hal itu membuat dirinya harus sering memberikan penjelasan kepada para analis saham.

"Saya juga harus rajin ke analis karena saham agak turun jadi kita harus jelasin ke analis. Mudah-mudahan dengan rajin menjelaskan harga sahamnya jadi hijau," ucapnya.

Simak Video "Eks Dirut BRI Tolak Dirombak Jadi Bos BTN"
[Gambas:Video 20detik]
(das/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com