Triwulan III 2005
Laba Bank Permata Turun 61,57%
Jumat, 28 Okt 2005 10:45 WIB
Jakarta - Turunnya nilai obligasi karena dampak marked to market telah membuat laba bersih PT Bank Permata Tbk (BNLI) turun 61,57 persen menjadi Rp 190,045 miliar. Padahal periode yang sama tahun sebelumnya laba perseroan mencapai Rp 494,559 miliar.Bank Permata mencatat kerugian pendapatan obligasi dan surat berharga lainnya hingga Rp 30 miliar. Penurunan laba bersih juga karena adanya peningkatan pencadangan sebesar Rp 131,4 miliar untuk memperbaiki kualitas kredit yang ada.Laba sebelum pajak Bank Permata tercatat sebesar Rp 319,1 miliar atau turun 38,1 persen dari Rp 516 miliar pada periode yang sama tahun lalu."Saat ini merupakan periode konsolidasi bagi bank untuk melakukan restrukturisasi dan reorganisasi," kata Presiden Direktur Bank Permata Stewart D Hall dalam penjelasan tertulisnya, Jumat (28/10/2005).Pendapatan bunga bersih mencapai Rp 1,292 triliun atau naik 11,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,156 triliun.Total kredit yang sudah digulirkan Bank Permata mencapai Rp 21,5 triliun naik 62 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 13,2 triliun. Kenaikan kredit ini memberikan dampak terhadap meningkatnya rasio penyaluran pinjaman (Loan to Deposits Ratio/LDR) menjadi 82 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 52 persen.Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) selama periode sembilan bulan pertama 2005 mencapai 10,1 persen dengan memperhitungkan risiko kredit dan 10 persen dengan memperhitungkan risiko pasar.Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) juga mengalami perbaikan dari 6,6 persen menjadi 6,4 persen untuk gross dan nett sebesar 3 persen. Pemegang saham perseroan saat ini adalah PT Astra Internasional Tbk 31,55 persen, Standard Chartered Bank 31,55 persen, PPA 26,16 persen dan publik 10,74 persen.
(ir/)











































