Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 23 Sep 2019 21:37 WIB

Kolaborasi Fintech Bisa Tingkatkan Inklusi Keuangan

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Foto: Alfi Kholisdinuka/detikcom Foto: Alfi Kholisdinuka/detikcom
Jakarta - Menteri Kordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan perkembangan teknologi selama ini di Indonesia telah memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan inklusi keuangan di masyarakat, untuk itu pihaknya terus membuka akses dalam memanfaatkan potensi yang besar ini.

"Pemerintah juga terus membuka institusi keuangan agar dapat meningkatkan inklusi keuangan sehingga lebih mudah dalam penetrasinya," ujar Darmin di acara Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 di Jakarta Convention Centre, Senin (23/9/2019).

Darmin menyebut teknologi keuangan ini berpotensi besar dalam membantu pemerintah mencapai target inklusi sebesar 75%. Mengingat penggunaan ponsel pintar di Indonesia terus mengalami peningkatan, sebesar 133% dengan total penduduk 268,2 juta jiwa dan pengguna internet di Indonesia pada 2018 sebanyak 150 juta jiwa dengan penetrasi 56%.

"Kita yakin dan percaya pada inovasi dalam industri digital dan teknologi ini, kita bisa mencapai inklusi keuangan ini dengan lebih cepat," jelasnya.


Sementara itu Direktur Teknologi Informasi dan Operasi Bank BRI Indra Utoyo mengatakan langkah tersebut sangat relevan di tengah energi ekonomi digital yang luar biasa berdampak bagi masyarakat Indonesia seluas-luasnya dengan lebih baik dan efisien.

"Layanan keuangan ini perlu semakin mudah di akses oleh seluruh setiap warga negara di mana pun dengan menggunakan teknologi digital sehingga layanan keuangan bisa hadir lebih baik, lebih cepat dan juga lebih murah," sebutnya.

Indra menuturkan pihaknya juga sangat mendukung perkembangan ekosistem digital sekarang ini, salah satu caranya dengan berkolaborasi dengan berbagai pelaku dalam layanan digital keuangan, sehingga dapat terkoneksi dalam satu layanan keuangan.

"Sekarang eranya kolaborasi, BRI bisa mendukung kolaborasi dengan pemain baru fintech, digital player, e-commerce, travel site semua bisa connect dengan layanan keuangan baik dalam bentuk simpanan pinjaman maupun transaction melalui perbankan," jelasnya.

"Selain itu, inovasi yang dilakukan BRI untuk mendukung digital ekosistem ini, antara lain kita menyiapkan layanan pinjaman online secara cepat begitu dengan lebih efisien seperti layanan pinang, yakni layanan ceria untuk untuk melakukan cicilan yag lebih mudah cepat," imbuhnya.


Terpenting adalah open banking platform yang dinamakan BRIAPI ini adalah suatu open api platform pertama yang sudah disertifikasi sehingga bisa memfasilitasi partner-partner digital untuk connect ke BRI kurang dari satu jam.

"Jadi BRIAPI ini kemudahannya memberikan kesempatan untuk membuka suatu kolaborasi seluas-luasnya dengan para fintech, digital player, baik e-commerce dan berbagai pemain digital lainnya yang bisa ditemukan koneksi kepada perbankan terkait dengan simpanan kemudian funding begitu juga protection sehingga mereka bisa connect pada sistem BRI kurang dari satu jam. Ini sebuah standar platform yang kita buka sehingga mereka tinggal send boxing yang sudah kita berikan sehingga bisa connect dengan cepat kepada layanan keuangan," tandasnya.

Sebagai informasi, BRIAPI merupakan produk perseroan yang memungkinkan pihak ketiga untuk menggunakan fitur atau fungsi layanan finansial dari Bank BRI dalam platform milik mereka dengan cepat dan aman.

Simak Video "Telat Bayar Utang Fintech, Wanita di Solo Diteror"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com