Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 25 Sep 2019 12:00 WIB

Bunga Acuan BI Turun, Bunga Kredit Bank Juga Harus Ikut!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo
Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan atau BI 7days reverse repo rate 75 basis points (bps) dalam 3 bulan berturut-turut. Penurunan suku bunga ini diharapkan bisa menjadi pemantik turunnya suku bunga simpanan dan kredit di perbankan nasional.

Kepala ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Ryan Kiryanto mengungkapkan sepaket kebijakan yang dikeluarkan BI dapat mengerek suku bunga untuk turun.

"Bauran kebijakan BI ini jelas dimaksudkan untuk mengakselerasi kegiatan perekonomian melalui jalur sistem perbankan. Di mana perbankan dikondisikan untuk segera menyesuaikan arah bunga simpanan dan kredit sesuai dengan bunga acuan sebagai jangkar," kata Ryan saat dihubungi detikcom, Rabu (25/9/2019).

Dia mengungkapkan, cepat atau lambat gerakan suku bunga akan menuju ke bawah dan akan mendorong permintaan kredit produktif maupun kredit konsumsi.

Untuk kredit konsumtif dengan dilonggarkannya kredit properti/KPR dan kredit kendaraan bermotor. "Perbankan juga didorong untuk melonggarkan suku bunga utamanya bunga kredit, sehingga fungsi intermediasi meningkat selaras dengan relaksasi rasio likuiditas dan LTV," jar dia.


Dia menilai, langkah BI saat ini boleh dibilang sangat strategis dan monumental karena bauran kebijakannya yang bersifat "jamu manis" amat dibutuhkan oleh perbankan dan pelaku sektor riil.

Namun, ini belum cukup. Luxury kebijakan BI ini perlu diselaraskan atau diimbangi dengan kebijakan fiskal, ekonomi dan investasi yang juga harus akomodatif atau longgar. Alhasil, terjadi bauran kebijakan yang baik dan kredibel antara moneter dan makroprudensial (BI) dan fiskal (Pemerintah lewat Kemenkeu) yang akan diapresiasi oleh pasar.

Reformasi struktural pun tetap harus menjadi agenda prioritas pemerintah. "Pada akhirnya, semoga pertumbuhan DPK bisa tumbuh lebih baik di kisaran 8-10% dan kredit berkisar 11-13% di 2019 ini dengan outlook pertumbuhan ekonomi berkisar 5,1% YoY," ujar dia.

Kepala ekonom PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Winang Budoyo menjelaskan saat ini penurunan suku bunga sudah dalam tren penurunan. "Sehingga bank-bank akan mengikuti dengan menurunkan suku bunganya," kata Winang.



Simak Video "Suku Bunga AS Naik, BI: Ekonomi RI Stabil"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com