Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 25 Okt 2019 14:50 WIB

Dirutnya Jadi Wamen BUMN, Karyawan Mandiri: Kami Sangat Bangga

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Kartika Wiroatmodjo (Andhika Praseta/detikcom) Foto: Kartika Wiroatmodjo (Andhika Praseta/detikcom)
Jakarta - Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Kartika Wirjoatmodjo telah ditunjuk sebagai Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) oleh Presiden Joko Widodo.

Kartika akan segera mengajukan pengunduran diri sebagai dirut di bank dengan aset terbesar tersebut. Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengungkapkan terpilihnya Kartika sebagai wamen merupakan kebanggaan untuk bank plat merah ini.

"Bank Mandiri sangat bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Direktur Utama kami untuk menjadi Wakil Menteri BUMN. Hal ini menjadi salah satu pendorong kami untuk terus memberikan yang terbaik bagi Bank Mandiri sebagai institusi keuangan milik negara dan untuk kemajuan ekonomi Indonesia," ujar Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas dalam siaran pers, Jumat (25/10/2019).

Dia menjelaskan setelah penunjukan, operasional Bank Mandiri tetap berjalan normal karena organisasi Bank Mandiri telah terbangun dengan baik sehingga mampu menyesuaikan setiap kondisi, perubahan maupun perkembangan yang terjadi.


"Bermodalkan budaya kerja, infrastruktur IT serta organ pendukung lainnya, Bank Mandiri tetap dapat fokus dalam mengimplementasikan berbagai rencana bisnis sekaligus menjaga peran sebagai agen perubahan dengan baik," ujar dia.

Sekadar informasi pada kuartal 2019, Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan laba konsolidasi mencapai 11,1% menjadi Rp 13,5 triliun. Pencapaian tersebut didorong oleh kenaikan pendapatan bunga sebesar 14,85% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 44,5 triliun serta penurunan biaya CKPN sebesar 21,28%.

Pertumbuhan laba juga diiringi dengan perbaikan kualitas kredit dan pengendalian biaya operasional yang berhasil ditekan hingga tumbuh terkendali di single digit.

Strategi pertumbuhan Bank Mandiri, saat ini lebih mengutamakan sustainabilitas jangka panjang, di mana pengukuran kinerja tidak semata-mata diukur dari angka akhir periode (ending balance), melainkan menggunakan saldo rata-rata (average balance).

Di tengah kondisi ketatnya likuiditas akibat persaingan suku bunga perbankan, pada kuartal II/2019, total Dana Pihak Ketiga (bank only) secara rata-rata tumbuh 6,8% (yoy), atau secara konsolidasi mencapai ending balance Rp 843,2 triliun.


Dirutnya Jadi Wamen BUMN, Karyawan Mandiri: Kami Sangat Bangga


Simak Video "Saldo Nasabah Mendadak Berubah, Bank Mandiri: Ada Eror di Sistem"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com