Iuran Naik Dua Kali Lipat, BPJS Kesehatan: Lebih Lega Napasnya

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 30 Okt 2019 12:12 WIB
Foto: detik
Jakarta - Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan telah diteken Presiden Joko Widodo. Itu artinya iuran BPJS Kesehatan resmi dinaikkan.

Pihak BPJS Kesehatan pun menyambut baik hal itu. Sebab dengan adanya kenaikan maka bisa mengurangi beban defisit pembiayaan BPJS Kesehatan. Setidaknya mulai 2020 BPJS Kesehatan bisa bernapas lebih lega.

"Dari simulasi kan menutup defisit tidak bisa seketika. 2019 mungkin ada kewajiban, tapi 2020 menjadi lebih lega lah napasnya," kata Kepala Humas BPJS M Iqbal Anas Ma'ruf kepada detikcom, Rabu (30/10/2019).

Dalam Pasal 34 Perpres tersebut, tarif iuran kelas Mandiri III dengan manfaat pelayanan di ruang kelas perawatan kelas III naik dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000 per bulan tiap peserta. Kenaikannya Rp 16.500.

Selain itu iuran kelas mandiri II dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas II naik dari Rp 51.000 menjadi Rp 110.000 per bulan untuk tiap peserta.

Sementara iuran kepesertaan BPJS Kesehatan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas I naik dua kali lipat dari Rp 80.000 menjadi Rp 160.000 per bulan untuk tiap peserta.


Besaran iuran sebagaimana dimaksud pada ayat 1 pasal 34 mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2020.

Meski tidak secara gamblang mengatakan bahwa kenaikan itu sesuai dengan harapan BPJS Kesehatan, Iqbal menilai pihaknya setidaknya bisa dengan tepat waktu membayar kewajiban kepada rumah sakit.

"Kewajiban BPJS Kesehatan ke rumah sakit bisa dilakukan dengan tepat. Masyarajat bisa terlayani dengan baik. Akhrinya masyarakat terlindungi," tuturnya.

Menurut Iqbal selama ini dengan adanya beban defisit pembiayaan, BPJS Kesehatan terkadang sulit untuk memenuhi kewajiban terhadap rumah sakit. Alhasil pelayanan pun tidak maksimal.



Simak Video "Catat! Iuran BPJS Kesehatan Naik Mulai 1 Januari"
[Gambas:Video 20detik]
(das/ang)