Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 07 Nov 2019 11:28 WIB

Atasi Ekonomi Loyo, RI Mesti Cari Rp 5.000 T untuk Infrastruktur

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Sebuah 'lompatan' perlu dilakukan untuk mengatasi ekonomi yang tengah lesu. Lompatan itu salah satunya ialah menggenjot infrastruktur yang bisa mendorong produktivitas karena menghubungkan sentra-sentra produksi.

Namun, untuk mendorong infrastruktur itu ada sejumlah tantangan.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Rosmaya Hadi menjelaskan, kebutuhan infrastruktur untuk 5 tahun ke depan mencapai Rp 6.000 triliun. Sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya mampu menutup sekitar Rp 1.000 triliun dalam 5 tahun ke depan.

Artinya, ada selisih Rp 5.000 triliun yang perlu dicarikan pembiayaannya.

"Pertama tentang keterbatasan APBN dan APBD. Berdasarkan data rancangan teknokratis Bappenas kebutuhan infrastruktur dari 2019 sampai 2024 mencapai Rp 6.000 triliun. Sedangkan APBN kita hanya mampu menyediakan Rp 200 triliun tiap tahun atau Rp 1.000 triliun dalam 5 tahun," katanya dalam acara Workshop on Accelerating Infrastructure Development yang di gelar di Kawasan Jakarta Pusat, Kamis (7/11/2019).


"Oleh karena itu artinya 5 tahun ke depan kita memiliki gap pembiayaan kebutuhan kita dari Rp 6.000 dikurangi Rp 1.000 triliun, Rp 5.000 triliun setara aset 5 bank BUMN," tambahnya.

Kedua, implementasi skema kerja sama antara pemerintah dan badan usaha belum optimal. Menurutnya, perlunya meningkatkan pemahaman mengenai skema ini.

"Kedua terkait implementasi skema kerja sama pemerintah dan badan usaha, KPBU yang belum sepenuhnya optimal digunakan pada proyek infrastruktur di daerah. Kami melihat masih perlunya peningkatan pemahaman skema KPBU yang dapat mengatasi masalah KPBU. Terutama, merealisasikan pembangun proyek infrastruktur yang tingkat pengembaliannya di bawah rate komersial," jelasnya.

Terakhir ialah masih terbatasnya kompetensi pada penanggung jawab kerja sama. Maka itu, acara ini digelar untuk meningkatkan kompetensi tersebut.

"Kembali kompetensi, hari ini hari bahagia untuk capacity building untuk menutup gap," ujarnya.



Simak Video "Kiat-kiat Sri Mulyani Naikkan Ekonomi RI 5,6% di 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com