Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 07 Nov 2019 18:03 WIB

Dukung Pengusaha Kecil, BRI Pelatihan 10.000 UMKM

Angling Adhitya Purbaya - detikFinance
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menggelar pelatihan 10 ribu pelaku Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM). Mereka dilatih mulai dari manajemen keuangan, pemasaran, hingga mengetahui info pasar.

Acara bertajuk Program Pelatihan 10.000 UMKM itu digelar di seluruh Indonesia dan Kantor Wilayah BRI Semarang mendapat kesempayan menggelar pelatihan di 8 lokasi dengan total 800 peserta. Di Kota Semarang ada 2 titik dan hari ini digelar Kantor Cabang Semarang Pandanaran dan Semarang Sudiarto di Hotel Novotel dengan jumlah peserta 100 orang.

"Program ini diikuti oleh pelaku UMKM, termasuk para UMKM cluster unggulan daerah," kata Vice President Kanwil BRI Semarang, Hasanuddin, Rabu (6/11/2019).

Pelatihan ini diselenggarakan Bank BRI untuk meningkatkan kapabilitas UMKM untuk go modern, go digital, go online dan go global. Para pelaku UMKM yang hadir akan mendapatkan pelatihan terkait administrasi dan manajemen keuangan, pelatihan terkait e-commerce, akses informasi terhadap permodalan, hingga info pasar. Pelatihan tersebut juga mendatangkan dari Tokopedia.


"Melalui berbagai program CSR yang digelar dalam rangka HUT ke-124 Bank BRI menunjukkan komitmen menjalankan peran sebagai agent of development sehingga kehadirannya semakin memberikan kontribusi yang lebih besar pada ekonomi kerakyatan yang dihasilkan dari keselarasan antara kepentingan ekonomi, sosial dan lingkungan hidup," ujarnya.

Pelatihan tersebut diikuti pelaku UMKM dengan berbagai jenis komoditas mulai dari kerajinan hingga kuliner. Komoditinya antara lain mukena, sandal, tas rajut, bandeng, dendeng, dan lainnya.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, FX Bambang Suranggono mengatakan jumlah UMKM di Kota Semarang meningkat seiring kemajuan teknologi dan e-commerce.

"Saat ini jumlahnya ada 17.100 yang tercatat sudah berizin. Bulan Mei lalu 16.500 yang tercatat," kata Bambang.

Pemkot Semarang dalam dukungan perkembangan UMKM juga mengadakan pelatihan, selain itu juga memiliki program Kredit Wibawa dengan bunga 3% per tahun dan pinjaman di bawah Rp 5 juta tidak dikenakan agunan. Tahun ini Pemkot Semarang mengucurkan Rp 11 miliar untuk pinjaman murah dan tahun depan anggarannya akan naik.

"Tahun 2019 sudah mengucurkan dana pinjaman murah Rp 11 miliar. Tahun 2020 ada Rp 15 miliar," jelasnya.


Menurutnya jumlah anggaran tersebut masih belum cukup untuk dikucurkan kepada UMKM yang terus meningkat jumlahnya, maka peran perbankan penting termasuk dari BRI yang juga dilengkapi dengan pelatihan untuk UMKM.

"Maka gandeng stakeholder seperti BRI. Rp 15 miliar tidak cukup," pungkasnya.

Simak Video "Solusi Pemerintah Daerah Hadapi Kendala Pengiriman Lobster di Simeulue"
[Gambas:Video 20detik]
(alg/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com