Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 07 Nov 2019 18:35 WIB

Kemenkeu Ajak Civitas Akademika UIN Alauddin Pahami Pengelolaan APBN

Adinda Rachmani - detikFinance
Foto: DJPPR Kemenkeu Foto: DJPPR Kemenkeu
Jakarta - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menyelenggarakan InFest 2019 (an Inclusive Festival by DJPPR) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang mengelola Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan bagaimana pembiayaan APBN dimanfaatkan secara produktif.

Dalam rangkaian InFest 2019 yang digelar pada 24-25 Oktober tersebut, salah satu kegiatannya yaitu Focuss Group Discussion (FGD) yang membahas 'Pemenuhan Pembiayaan APBN Melalui Instrumen yang Berkualitas'. Dalam kesempatan itu, Kepala Subdirektorat Analisis Risiko Pembiayaan, M. Naufal Aminuddin mengajak peserta untuk dapat menyampaikan pendapatnya secara terbuka, dan memberikan masukan terkait metode determinasi cost and risk, atas pengelolaan pembiayaan utang.

Selain agenda FGD, terdapat kegiatan kuliah umum yang dibuka oleh Rektor UIN Alauddin Makassar, Hamdan Juhannis dan kegiatan tersebut dihadiri oleh 400 peserta dari kalangan dosen dan mahasiswa. Dalam sambutannya, Hamdan mengajak agar para peserta dapat memahami APBN dan bagaimana turut serta menjaganya, agar keuangan negara tetap kuat.


"Pemerintah berkomitmen untuk menjaga APBN agar tetap berkualitas. Oleh karena itu kita sebagai mahasiswa dan segenap civitas akademik harus memahami APBN dengan baik dan ikut serta mengawalnya agar keuangan negara tetap kuat," ucap Hamdan, dalam keterangan tertulis, Kamis (7/11/2019).

Selanjutnya, Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan, Riko Amir memberikan gambaran fundamental perekonomian Indonesia. Peran pembiayaan dalam pembangunan Indonesia dan pembiayaan APBN 2019. Riko juga mengatakan bahwa APBN yang kuat harus ditopang oleh pembiayaan yang kuat. Salah satunya melalui sumber pembiayaan melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), yang telah dikembangkan untuk membiayai berbagai proyek infrastruktur dan pembangunan sumber daya manusia (SDM).

"Peran APBN untuk memberikan stimulus fiskal saat ini sangat besar dan penting, guna mendorong ekonomi Indonesia untuk tetap tumbuh di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi global dan menurunnya pertumbuhan ekonomi dunia. Di sinilah peran pembiayaan APBN melalui utang sebagai alat untuk mendukung APBN yang countercyclical," ucap Riko.


Dengan adanya kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa dan civitas akademika yang lain, tentang peranan pembiayaan APBN dan pengelolaannya. Untuk bersama-sama mengawal serta mendukung peningkatan kualitas pengelolaan keuangan negara dan memperkuat APBN.

Simak Video "Kemenkeu Siapkan Dana Pemulihan Bencana Rp 4,84 Triliun"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com