Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 08 Nov 2019 14:50 WIB

Jangan Sembarangan Ganti Simcard, Ini Bahayanya!

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Registrasi SIM Card (Ilustrasi: Fuad Hasim/detikcom) Foto: Registrasi SIM Card (Ilustrasi: Fuad Hasim/detikcom)
Jakarta - Simcard atau nomor kartu seluler ternyata bisa menjadi celah pelaku kejahatan perbankan melancarkan aksinya. Oleh karena itu jangan sembarangan mengganti nomor kartu seluler.

Kejahatan melalui nomor kartu seluler bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti metode SIM, ataupun modus lainnya dengan berpura-pura pelaku nomornya hilang. Apalagi terkadang operator mengaktifkan kembali nomor-nomor yang sudah tidak aktif kemudian dijual kembali.

Menurut Analis Digital Forensik Ruby Alamsyah, untuk menghindari aksi kejahatan melalui nomor kartu selular sebenarnya sangat simpel. Pastikan seluruh aplikasi perbankan dan produk perbankan lainnya sudah diperbarui nomor selularnya.

"Pastikan nomor lama sudah dinonaktifkan di semua aplikasi maupun perbankan. Bahwa saya sudah pakai nomor baru. Pastikan itu semuanya. Itu sudah aman," tuturnya saat dihubungi detikcom, Jumat (8/11/2019).

Meski terbilang sederhana, langkah pencegahan ini seringkali dilupakan oleh nasabah. Jika itu dilupakan, maka nasabah bisa menjadi sasaran empuk.

"Karena ada celah di titik tertentu, gampangnya ganti simcard di operator. Nasabah nggak aware dan ada celah di perbankan," tambahnya.

Ruby mengatakan, jika pelaku bisa mendapatkan nomor simcard korban maka akan memudahkan pelaku untuk login dan transaksi sebagai nasabah. Sebab perbankan melakukan verifikasi mengirimkan OTP melalui SMS.

Namun nomor simcard itu merupakan pelengkap. Pelaku tentu harus memiliki username maupun password.


"Kalau itu banyak cara lah atau bisa dilakukan reset. Reset pun akan minta konfirmasi melalui OTP juga. Jadi kalau username dan password didapat, bank tahunya itu nasabahnya. Kan bisa saja HP-nya ganti atau rusak sehingga buka aplikasi perbankan melalui HP lainya," ujarnya.

Bukan hanya untuk transaksi perbankan digital, nomor simcard juga bisa menjadi celah untuk pembobolan kartu kredit. Ruby mencontohkan, pelaku bisa saja melakukannya dengan belanja di e-commerce yang menerapkan verifikasi melalui OTP.

"Jadi tergantung e-commerce-nya. Misalnya belanja pakai kartu kredit bank A. Dia masukan informasi yang dibutuhkan, lalu e-commerce itu nggak percaya, kemudian memastikan itu nasabahnya menambahkan fitur tambahan mengirimkan OTP," ujarnya.

Intinya pelaku kejahatan ini memang juga harus memiliki informasi lainnya tentang nasabah. Dari sisi kasus kartu kredit dibutuhkan informasi nomor kartu, tanggal expired, nama dan nomor CVV (Card Verification Value) yang ada di belakang kartu.



Simak Video "Tips Hindari Kartu SIM Agar Tak Dikloning "
[Gambas:Video 20detik]
(das/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com