Secara rinci berdasarkan data disebutkan anggaran untuk gaji pegawai BI tersebut masuk dalam anggaran pengeluaran operasional yang telah disampaikan yakni sebesar Rp 11,14 triliun.
Anggaran gaji pegawai itu mengalami kenaikan Rp 206 miliar atau 5,82% bila dibandingkan dengan anggaran gaji tahun 2019 yang mencapai Rp 3,54 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Bunga Kredit Tak Turun-turun, BI Dicecar DPR |
Sedangkan untuk pengeluaran logistik dipatok sebesar Rp 1,41 triliun, meningkat Rp 240 miliar atau 20,53% dibandingkan dengan anggaran pengeluaran logistik tahun ini yang sebesar Rp 1,17 triliun.
Kemudian untuk anggaran pengeluaran penyelenggaraan operasional kegiatan pendukung diusulkan Rp 1,29 triliun, naik Rp 106 miliar atau 8,97% dibanding 2019 sebesar Rp 1,18 triliun.
Selanjutnya untuk program sosial BI dan pemberdayaan sektor riil dan UMKM tahun depan diusulkan sebesar Rp 520 miliar, meningkat Rp 49 miliar dibandingkan dengan tahun 2019 ini yang tercatat sebesar Rp 470 miliar. Lalu untuk anggaran pengeluaran pajak sendiri, BI mematok sebesar Rp 961 miliar, turun Rp 4 miliar atau 0,41% dibanding 2019 ini sebesar Rp 965 miliar.
Sementara untuk cadangan anggaran, lanjut Perry, Bank Indonesia memasang angka pada kisaran Rp 272 miliar meningkat sebesar Rp 30 miliar atau 12,56% bila dibandingkan dengan anggaran pengeluaran untuk cadangan anggaran di tahun 2019 ini yang ditetapkan sebesar Rp 242 miliar.
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan rencana anggaran ini masih didasarkan atas asumsi makro dalam RABPN. "Yang tentu dengan tetap melihat kondisi perekonomian terkini," imbuh dia.
(kil/fdl)











































