Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 12 Nov 2019 17:07 WIB

Produk Asuransi Berobat di Luar Negeri Makin Ngetren

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy/detikcom Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta - Masyarakat kekinian mulai semakin sadar akan pentingnya kesehatan. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya masyarakat yang mengikuti kegiatan olahraga.

Selain itu ternyata produk asuransi kesehatan juga semakin berkembang. Masyarakat kalangan atas semakin banyak menggunakan asuransi yang bisa cover untuk berobat di luar negeri.

Presiden Direktur PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) Handojo G. Kusuma mengatakan, pihaknya melihat peluang yang besar dari masyarakat segmen kelas atas. Terutama bagi nasabah yang susah mapan.

"Usia 35-40 tahun duitnya mulai tebal. Dia butuh proteksi bahkan bukan hanya perlindungan sakit domestik tapi di negara lain. Misalnya dia eksekutif saat dia Jepang atau Amerika Serikat ketika terjadi sesuatu harus ada yang jamin, nah itu kita akan kita sediakan," ujarnya di Seribu Rasa, Jakarta Selatan, Selasa (12/11/2019).


Selama ini, nasabah asuransi kelas atas cenderung menggunakan produk asuransi untuk penyakit kritis (critical illness). Namun ternyata banyak dari mereka yang bertanya-tanya apakah ada produk asuransi yang bisa memilih negara lain untuk melakukan pengobatan.

Handojo menambahkan, selama ini nasabah AXA Mandiri mayoritas berasal dari nasabah Bank Mandiri sebagai induk perusahaan. Porsi nasabah AXA Mandiri dari nasabah Bank Mandiri premium juga cukup besar.

"Nasabah Bank Mandiri kan ada 20 juta. Mungkin kalau dilihat untuk kalangan atas 25% sudah. Kalau nasabah kelas bawah porsinya lebih kecil karena jumlahnya juga lebih besar kan," ujarnya.


Presiden Komisaris AXA Mandiri, Agus Haryoto Widodo menambahkan pihaknya juga akan menyisir masyarakat dari kalangan milenial. Menurutnya meski kaum milenial cenderung mementingkan liburan, tetap ada peluang yang bisa digarap.

"Misalnya milenial mulai bekerja usia 23-25 kira-kira produknya apa, itu bisa kita capture. Dia kan kebutuhannya jalan-jalan, nah jalan-jalan kaitannya apa dengan asuransi. Atau mereka mulai mencari kendaraan, nah dia kan butuh juga asuransi," tambahnya.

AXA Mandiri sendiri mulai memperbesar porsi bisnisnya di sektor perlindungan asuransi jiwa dan kesehatan dibandingkan dengan produk investasi. Hingga kuartal III-2019 porsi produk asuransi jiwa dan kesehatan AXA Mandiri mencapai 50%, lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang mencapai 36%.

Hingga kuartal III-2019 AXA Mandiri mencatatkan premi bruto (Gross Weighted Premium/GWP) mencapai Rp 6,9 triliun. Angka itu naik 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Simak Video "Duo Semangka Asuransikan Payudaranya Rp 1 M"
[Gambas:Video 20detik]
(das/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com