Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 28 Nov 2019 12:19 WIB

Kejaksaan Duga Ada Korupsi di Investasi Saham Gorengan Jiwasraya

Rivki - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya/detikcom Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Jakarta - Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menemukan adanya indikasi dugaan tindak pidana korupsi dalam BUMN PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Kejati DKI telah meningkatkan status pemeriksaan perusahaan pelat merah ini dari penyelidikan ke tingkat penyidikan.

"Bahwa berdasarkan adanya dugaan tindak pidana korupsi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tersebut, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta No.: Print-4816/O.1/Fd.1/11/2018 tanggal 27 November 2018, dan dari hasil penyelidikan, telah didapatkan bukti permulaan yang cukup dan ditingkatkan ke tahap penyidikan dengan diterbitkannya Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta No. : Print- 1611/M.1/Fd.1/06/2019 tanggal 26 Juni 2019," ucap Kasi Penkum Kejati DKI, Nirwan Nawawi, kepada wartawan, Kamis (28/11/2019).

Nirwan menjelaskan kalau Jiwasraya diduga telah melakukan tindak pidana korupsi sejak 2014 hingga 2018. Menurutnya, Jiwasraya melalui unit kerja pusat Bancassurance dan Aliansi Strategis menjual produk JS Saving Plan dengan tawaran bunga tinggi atau di atas rata-rata dengan kisaran 6,5-10%, membuat Jiwasraya dapat memperoleh pendapatan total dari premi sebesar Rp 53,27 triliun.

"Dalam pelaksanaannya terdapat penyimpangan yang diduga melanggar ketentuan perundang-undangan sehingga memenuhi kualifikasi tindak pidana korupsi (delik korupsi), baik terkait proses penjualan produk JS Saving Plan, maupun dalam pemanfaatan pendapatan sebagai hasil penjualan produk JS Saving Plan," tuturnya.


Selama di tahap proses penyidikan, tim penyidik dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta telah memeriksa 66 orang saksi dari pihak-pihak terkait serta melakukan pengumpulan dokumen-dokumen sebagai alat bukti. Selain itu Kejati juga telah meminta penunjukan Ahli Auditor dari Kantor Akuntan Publik untuk dapat memproses Perhitungan Kerugian Negara.

Sebelumnya, Kementerian BUMN memang telah menaruh perhatian khusus pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Hal ini dikarenakan produk yang ditawarkan Jiwasraya memberikan keuntungan yang lebih tinggi dari yang lain.

"Pertama, produknya dianggap produk tersebut di luar atau lebih tinggi gain-nya revenue-nya daripada produk-produk lainnya itu pertama," kata Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Rabu (20/11) lalu.

"Tapi itu agak sulit diteliti karena produk ada banyak persetujuan masalahnya, jadi pasti mereka bisa berkelit produk ini sudah disetujui oleh semua pihak terkait berkepentingan, kalau nggak layak pasti sudah tidak disetujui," sambungnya.


Selain produk, investasi yang dilakukan oleh Jiwasraya menjadi alasan kementerian BUMN membawa persoalan Jiwasraya ke ranah hukum. Setelah mengalami kerugian karena melakukan investasi di saham gorengan, Jiwasraya diduga melakukan kongkalikong dalam penempatan investasi.

"Kalau kita lihat saham-saham yang diinvestasikan Jiwasraya memang saham gorengan. Kalau pemain saham tahu itu saham gorengan tapi fundamentalnya, digoreng saat tertentu. Makanya meminta kejaksaan menelitinya," jelasnya.

Simak Video "Jokowi Dikritik Beri Grasi Koruptor, Yasonna: Banyak yang Tak Dikasih!"
[Gambas:Video 20detik]
(rvk/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com