Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 07 Des 2019 09:31 WIB

Ampuhkah Langkah Pemerintah Sehatkan Jiwasraya?

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Kantor Pusat Jiwasraya/Foto: Rengga Sancaya/detikcom Kantor Pusat Jiwasraya/Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Jakarta - PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dalam proses pembenahan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan manajemen baru. Seperti diketahui, Jiwasraya tengah tersandung kasus gagal bayar.

Pengamat BUMN, Toto Pranoto berpandangan beberapa langkah strategis yang diambil pemerintah dan manajemen baru dinilai sebagai upaya agar Jiwasraya bisa pulih kembali tanpa perlu melakukan Penyertaan Modal Negara (PMN).

"Dengan skema bikin Jiwasraya Putra yang melibatkan banyak BUMN lain mestinya bisa jalan baik, karena ada dukungan equitas dan jaringan akses pemasaran yang luas dari para pemegang saham," ujar Toto, Jumat (6/12/2019).


Diketahui, terdapat terdapat tiga upaya penyelamatan yang tengah diambil oleh perseroan. Pertama, membentuk anak usaha Jiwasraya yakni Jiwasraya Putra dalam rangka menarik investor. Kedua, reasuransi dukungan modal atau skema financial reinsurance (FinRe). Ketiga, penerbitan mandatory convertible bond (MCB) atau subdept kepada holding.

Menurut Toto, penerbitan MCB merupakan pola yang pernah dijalankan saat beberapa BUMN asuransi membantu kebutuhan capital dari BUMN IndonesiaRe.

"Jadi ada semacam sinergi juga disini. Sementara terkait pinjaman subdebt ke holding juga, saya rasa bisa dilakukan sebagai jaminan supaya pembenahan di Jiwasraya bisa dijalankan lebih mantap," katanya.


Toto menambahkan, ketiga opsi yang sedang dijalankan itu bisa dijalankan. Yang terpenting sekarang, imbuh dia, perseroan memilih opsi yang tepat sesuai kebutuhan Jiwasraya. Dimana dalam jangka pendek, Jiwasraya harus memenuhi hutang jatuh tempo. Sedangkan dalam jangka panjang, Jiwasraya harus menyehatkan portfolio.

"Jadi opsinya bisa pilihan antara penerbitan MCB untuk jangka pendek dan percepatan operasi Jiwasraya Putra untuk langkah penyehatan jangka panjang," katanya.

Simak Video "Kejagung Buka Suara Soal Fee Broker Jiwasraya"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com