Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 27 Des 2019 14:23 WIB

Investasi Bodong Marak Terjadi, Pemerintah Harus Apa?

Anisa Indraini - detikFinance
Foto: Denny Putra/Infografis
Jakarta - Setiap tahun kasus investasi bodong semakin marak terjadi. Satgas Waspada Investasi mencatat, sepanjang tahun 2019 pihaknya telah menghentikan 444 entitas investasi bodong. Angka itu meningkat tajam dari yang 2018 sebanyak 108, dan tahun 2017 sebanyak 80.

Lantas, apa yang harus dilakukan pemerintah?

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengatakan, hal yang bisa dilakukan pemerintah adalah memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pemahaman investasi. Edukasi tentunya harus dilakukan secara berlanjut.

"Strategi utama yang harus dilakukan oleh Satgas Waspada Investasi dan juga pemerintah adalah mengedukasi masyarakat secara berlanjut," kata Tongam saat dihubungi detikcom, Jumat (27/12/2019).

Dengan adanya edukasi, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap investasi bisa meningkat. Jika masyarakat sudah lebih pintar, para pelaku investasi bodong pun akan kesulitan mendapatkan nasabah dan investasi bodong bisa berkurang dengan sendirinya.


"Jadi edukasi ke masyarakat ini yang perlu kita lakukan," ungkapnya.

Tongam menjelaskan, sebenarnya pihaknya sudah melakukan edukasi terhadap masyarakat. Pihaknya pun telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk mensosialisasikan kepada masyarakat di berbagai daerah mengenai bahaya investasi bodong.

"Itu kita lakukan secara berlanjut dalam rangka perlindungan masyarakat agar mereka lebih mengetahui dan paham mengenai produk-produk keuangan tentunya," katanya.

Pihaknya juga akan terus meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk memblokir situs-situs website yang dirasa mencurigakan. Terakhir, pihaknya akan terus bekerja sama dengan kepolisian untuk memberikan tindakan hukum kepada pelaku.

"Ini juga perlu memang peningkatan proses hukum kepada para pelaku ini. Sehingga bisa memberikan efek jera kepada para pelaku. Sehingga para pelaku ini diharapkan bisa menghentikan kegiatannya," harapnya.



Simak Video "Siti Badriah Tegaskan Hanya Isi Acara di MeMiles"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com