Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 08 Jan 2020 14:20 WIB

Bongkar 'Borok' Jiwasraya, BPK: Laba di 2006, tapi Rekayasa Akuntansi

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Konpers BPK (Fadhly Fauzi Rachman)
Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) turut menginvestigasi kasus Jiwasraya. BPK menyebut, Jiwasraya sudah rugi sejak 2006.

Demikian dikatakan oleh Kepala BPK Agung Firman Sampurna dalam konferensi pers di Gedung BPK, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Agung Firman Sampurna mengatakan, Jiwasraya pada 2006 memanipulasi laporan keuangan dari rugi menjadi untung. "Meski 2006 masih laba, tapi itu laba semu akibat rekayasa akuntansi di mana sebenarnya perusahaan rugi," kata Agung.

Kemudian di 2017 dikatakan Agung, diketahui Jiwasraya membukukan laba Rp 360,6 miliar. Namun kala itu perseroan memperoleh opini tidak wajar akibat ada kekurangan pencadangan sebesar Rp 7,7 triliun.


"Jika dilakukan sesuai ketentuan maka perusahaan dinyatakan rugi," ujarnya.

Kemudian dikatakan Agung, di 2018, Jiwasraya juga membukukan kerugian 15,3 triliun. Hingga September diperkirakan rugi 13,7 triliun. Hingga November 2019, AJs (Asuransi Jiwasraya) mengalami negatif equity Rp 27,2 triliun.

"Kerugian itu disebabkan karena AJs menjual produk saving plan dengan cost of fund yang tinggi di atas bunga deposito yang dilakukan secara massif sejak 2015," ujarnya.

"Dana dari saving plan tersebut diinvestasikan ke produk saham dan reksa dana yang berkualitas rendah yang. Hingga berujung gagal bayar," imbuhnya.


Bongkar 'Borok' Jiwasraya, BPK: Laba di 2006, tapi Rekayasa Akuntansi


Simak Video "Kejagung Buka Suara Soal Fee Broker Jiwasraya"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com