Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 14 Jan 2020 11:13 WIB

UMKM Tak Masalah Transaksi Pakai QR Code, Asal...

Anisa Indraini - detikFinance
Foto: Sylke Febrina Laucereno
Jakarta - Bank Indonesia (BI) sedang mendorong penggunaan sistem pembayaran nontunai berbasis barcode atau Quick Response (QR) Code Indonesian Standard (QRIS). Salah satunya dengan mengajak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk bergabung.

Menanggapi itu, Ketua Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun mengatakan tidak masalah jika pembayaran melalui QR Code diterapkan di kalangan UMKM, jika bermanfaat. Pihaknya sendiri menyerahkan kepada masing-masing UMKM untuk menentukan pilihan.

"Mau-mau saja (terhubung QRIS) asal itu bermanfaat bagi UMKM. Ini merupakan pilihan saja. Silahkan kalau dia (UMKM) mau menggunakan, tergantung masing-masing orang," ujar Ikhsan kepada detikcom, Selasa (14/1/2020).

Dikatakan Ikhsan tidak semua UMKM bakal mau menggunakan sistem pembayaran melalui QR Code lantaran ada biaya potongan yang harus ditanggung pedagang saat terhubung QRIS.


"Banyak UMKM nggak mau dengan cara begitu (nontunai) karena dia dikenakan biaya," ungkap Ikhsan.

Namun begitu, sudah ada UMKM yang terhubung dengan QRIS. Walaupun penggunaan sistem pembayaran QR Code masih didominasi oleh kota-kota besar.

"Jumlahnya masih sekitaran perkotaan saja. (Jumlahnya) belum banyak, belum banyak," katanya.

Sebelumnya, Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) BI, Ricky Satria mengatakan jumlah pedagang yang sudah menerapkan QRIS tercatat 1,7 juta dan masih didominasi oleh Pulau Jawa.

"Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten. Itu lima terbesar," ungkap Ricky, Sabtu (11/1/2020).



Simak Video "Tak Hanya Manusia, Uang Juga Dikarantina 14 Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com