Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 23 Jan 2020 16:39 WIB

BI Sebut Pasokan Valas Melimpah BIkin Rupiah Kian Perkasa

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Nilai tukar rupiah terus menunjukkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Bank Indonesia (BI) mencatat penguatan mata uang Garuda itu disebabkan pasokan valuta asing (valas) yang terus meningkat.

Menurut catatan BI pada 22 Januari 2020, Rupiah menguat 1,74% (point to point/ptp) dibandingkan dengan level akhir Desember 2019. Perkembangan ini melanjutkan penguatan pada 2019 yang tercatat 3,58% (ptp) atau 0,76% secara rerata.

"Penguatan Rupiah didorong pasokan valas dari para eksportir serta aliran masuk modal asing yang tetap berlanjut sejalan prospek ekonomi Indonesia yang tetap terjaga, daya tarik pasar keuangan domestik yang tetap besar, dan ketidakpastian pasar keuangan global yang mereda," kata Gubernur BI Perry Wajiyo di gedung BI, Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Bi mencatat posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2019 meningkat menjadi US$ 129,2 miliar, atau setara dengan pembiayaan 7,6 bulan impor atau 7,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.


"Struktur pasar valas juga semakin kuat yang ditandai dengan meningkatnya volume transaksi dan kuotasi yang lebih efisien, serta makin berkembangnya pasar DNDF yang kemudian mendukung peningkatan efisiensi pasar valas," tambah Perry.

Aliran masuk investasi portofolio asing ke pasar keuangan domestik pada triwulan IV 2019 juga tercatat neto US$ 6,36 miliar. Angka itu lebih tinggi dari perkembangan triwulan III-2019 sebesar neto US$ 4,88 miliar.

Aliran modal asing itu ditambah dengan kenaikan ekspor RI menambah suplai valas RI. Kenaikan pasokan valas itu juga lebih tinggi dari permintaan devisa baik untuk membiayai impor maupun pembayaran utang luar negeri.

"BI memandang bahwa penguatan nilai tukar Rupiah sejalan dengan kondisi fundamental, semakin baiknya mekanisme pasar dan keyakinan para pelaku pasar terhadap kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia dan Pemerintah," tutupnya.



BI Sebut Pasokan Valas Melimpah BIkin Rupiah Kian Perkasa


Simak Video "Tak Hanya Manusia, Uang Juga Dikarantina 14 Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com