Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 29 Jan 2020 13:01 WIB

Ada Asuransi yang Terima Klaim Pengobatan Virus Corona?

Soraya Novika - detikFinance
Sejumlah warga ramai-ramai menggunakan masker di Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Hal itu dilakukan untuk antisipasi virus corona. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Dunia digegerkan dengan kemunculan virus baru yang menyerang sistem pernapasan bernama coronavirus atau novel coronavirus (nCoV). Virus ini pertama kali muncul di Wuhan, China, kini virus ini disebut telah menyebar ke beberapa negara.

Di Indonesia sendiri hingga kini belum ada yang terbukti terjangkit virus Corona. Meski begitu, dugaan terjangkit virus ini sudah cukup banyak mengkhawatirkan publik.

Tak seperti BPJS Kesehatan yang menyatakan belum bisa menanggung pengobatan pasien yang terjangkit virus corona.

Beberapa asuransi kesehatan swasta seperti Allianz Indonesia menjamin siap menanggung pengobatan nasabahnya yang terjangkit virus corona bahkan secara penuh.

"Ditanggung sesuai polis yang berlaku," ujar Chief Marketing Officer Allianz Life Indonesia Karin Zulkarnaen dalam acara Peluncuran Produk Proteksi Joint Life Care di Plaza Senayan, Rabu (29/1/2020).

Demikian pula untuk nasabah yang terjangkit yang sedang berada di luar negeri, Allianz Indonesia pun siap menanggung biaya pengobatan nasabahnya tersebut.

"Tergantung produk asuransi yang dibeli, jadi produk asuransi kesehatan kita ada yang khusus domestik, tapi ada juga plan yang khusus internasional. Nah, kalau nasabah kita membeli plan yang internasional, kebetulan lagi traveling keluar negeri sakit apapun di sana akam dicover sesuai polis-polis yang berlaku," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyatakan bahwa bagi masyarakat yang terjangkit virus ini, pemerintah lewat BPJS belum bisa menanggung pengobatannya.

Namun dia mengungkapkan, Kemenkes sudah ada anggaran sendiri, maka dia meminta agar masyarakat tak usah khawatir.

"Untuk Corona ada anggaran sendiri dari Kemenkes. Nanti ada anggaran dari Kemenkes untuk kondisi seperti ini, dan tidak usah khawatir," ungkap Terawan ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Soal besarannya, Terawan enggan menyebutkan. Alasannya dia mengaku tidak hapal semua angka anggaran.

Menurut Terawan, dana tersebut sudah dianggarkan tiap tahun dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kemenkes. Menurutnya dana tersebut digunakan apabila ada wabah penyakit yang luar biasa terjadi.

"DIPA sudah ada kami sudah rencanakan, saya selaku Menkes sudah perkirakan kalau akan ada hal-hal yang terjadi. Maka ada anggarannya, dan kok lho terjadi. Maka tenang saja kami planning-kan dengan baik, memang untuk wabah kejadian luar biasa sudah ada," lanjutnya.



Simak Video "Usai Dinyatakan Negatif, Suspect Corona di Cibubur Dipulangkan"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com