Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 03 Feb 2020 18:35 WIB

Industri Asuransi Jadi Sorotan, Bagaimana Pengawasan OJK?

Trio Hamdani - detikFinance
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) siang ini sudah menembus Rp 14.930. Dolar AS bergerak di level Rp 14.820-14.933 hari ini. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Industri asuransi nasional tengah menjadi sorotan diwarnai kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Belum lagi ada masalah industri keuangan lain seperti Asabri hingga masalah AJB Bumiputera

Deretan perkara itu dinilai berpotensi menghilangkan kepercayaan publik terhadap industri asuransi nasional.

Lantas bagaimana peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku lembaga pengawas yang salah satu tuganya mengawasi industri asuransi ini?

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu mengatakan, aturan dan pengawasan yang diterbitkan oleh OJK sudah lebih dari cukup.

"Secara umum pengawasan OJK sejatinya sudah baik. Walau ada kekurangan tetapi itu masih bisa diperbaiki," kata Togar ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (3/2/2020).

Togar mengungkapkan, permasalahan yang terjadi pada beberapa perusahaan asuransi sebaiknya tak menjadi sandungan dalam memandang kinerja pengawasan OJK. Sebab, OJK mengawasi ribuan perusahaan jasa keuangan yang secara umum dalam kondisi baik.

"Ada ribuan perusahaan yang diawasi oleh OJK dan semuanya oke-oke saja," imbuh Togar.

Terkait pengawasan industri keuangan non bank (IKNB), Togar mengatakan, pengawasan sebaiknya dilaksanakan secara terintegrasi antara komisaris, pemilik, auditor eksternal, dan OJK.

"Harus ada komunikasi yang baik di antara mereka. Tidak bisa hanya bergantung pada OJK," ungkap dia.

Secara terpisah, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Pieter Abdullah mengungkapkan, secara keseluruhan pengawasan industri jasa keuangan yang dilakukan OJK masuk dalam ketegori baik. Hal ini terlihat pada indikator-indikator stabilitas sistem keuangan.

"Setiap 3 bulan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang terdiri dari BI, OJK, dan LPS selalu menyampaikan laporan stabilitas sistem keuangan. Sejauh ini sudah baik," ujar Pieter.

Namun demikian, perbaikan yang sangat perlu dilakukan oleh OJK adalah bagaimana menindaklanjuti pengawasan dengan tindakan tegas termasuk terhadap badan usaha milik pemerintah.

Industri Asuransi Jadi Sorotan, Bagaimana Pengawasan OJK?

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com