Gagal Bayar Jiwasraya Bengkak Jadi Rp 16 T, Ini Kata Wamen BUMN

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 03 Feb 2020 23:15 WIB
Kantor Pusat Jiwasraya
Foto: Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo (Vadhia Lidyana/detikFinance)
Jakarta -

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo membenarkan nilai gagal bayar pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) bengkak jadi Rp 16 triliun. Pria yang disapa Tiko ini menerangkan, nilai gagal bayar itu naik karena setiap bulan ada yang jatuh tempo.

"Soalnya kan namanya klaim, setiap bulan ada yang jatuh tempo, sampai kita sudah ada cash flownya jatuh temponya akan bertambah terus, memang setiap bulan ada tambahan klaim baru jadi utang," katanya di DPR Jakarta, Senin malam (3/2/2020).

"(Produk) Saving plan, memang sampai akhir Januari ini hampir semuanya akan jatuh tempo, jadi utang klaim Rp 16 triliun kurang lebih," tambahnya.


Tiko menjelaskan, selain produk saving plan, sebagian besar produk Jiwasraya masih lancar. Namun, dia tak menepis ada juga yang sedikit bermasalah dan akan dibereskan pada Februari ini.

"Sebagian besar masih (lancar), ada sebagian kecil yang kita mesti beresin di akhir Februari, tapi sebagian besar masih lancar karena klaimnya klaim masa depan," ujarnya.

Untuk diketahui, Anggota DPR Komisi VI Fraksi Demokrat Herman Khaeron sebelumnya menyebut bahwa nilai gagal bayar yang dialami Jiwasraya makin bengkak. Herman menyebut kenaikannya sudah menjadi Rp 16 triliun dari awalnya hanya Rp 14 triliun.

"Yang terjadi (gagal bayar) itu ada kenaikan dari November 2019 ke Januari 2020. Yang awalnya kita siapkan Rp 14 triliun sekarang Rp 16 triliun," ungkap Herman di sela diskusi bertajuk 'SBY Bicara Jiwasraya, Baper', di bilangan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (2/2/2020).



Simak Video "Kejagung Buka Suara Soal Fee Broker Jiwasraya"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)