Virus Corona Masih Mengintai, Perlu Punya Asuransi Kesehatan?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 16 Feb 2020 16:30 WIB
Sejumlah penumpang maskapai China Eastern tujuan Shanghai China mengantre untuk melakukan boarding di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (5/2/2020). China Eastern merupakan pesawat terakhir yang melakukan penerbangan setelah pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan memutuskan mulai tanggal 5 Februari 2020 jam 00.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan, menunda penerbangan dari dan menuju daratan Cina terkait terus berkembangnya kasus penyebaran Novel Coronavirus. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww.
Foto: Antara Foto
Jakarta -

Virus corona makin jadi. Meski belum ada catatan pasien yang terjangkit corona di Indonesia, virus corona tetap mengintai kesehatan masyarakat di Indonesia.

Sebagai langkah jaga-jaga, haruskah masyarakat mendaftar asuransi kesehatan?

Menurut Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho keputusan untuk mendaftar asuransi kesehatan tergantung pada preferensi kebutuhan masyarakat. Menurut Andy kalau memang keuangan sekiranya masih bisa meng-cover biaya kesehatan dia menilai tidak terlalu perlu.

"Konsep saya begini, sepanjang kita pribadi kalau ada kejadian sakit butuh perawatan dan tidak bikin berantakan cashflow, nggak perlu lah asuransi. Tapi begitu kena penyakit penghasilan terhenti, dirawat sekian lama cashflow terganggu lebih baik gunakan," kata Andy kepada detikcom, Minggu (16/2/2020).

Andy sendiri mengingatkan fungsi asuransi kesehatan tidak menjamin nasabahnya jadi kebal terhadap penyakit dan kecelakaan. Asuransi hanya memberikan perlindungan pada keuangan saja.

"Namanya beli asuransi kesehatan itu nggak bikin kita terhindar dari penyakit dan kecelakaan lho. Namanya asuransi kesehatan kan hanya melindungi finansial kita," tegas Andy.

Andy menyarankan agar semisal ada dana yang cukup, lebih baik menabung sekaligus mendaftarkan asuransi kesehatan. Dia mengatakan dengan menabung yang tujuannya untuk dana darurat belum tentu dana yang terkumpul cukup untuk membiayai perawatan rumah sakit apabila terjangkit penyakit.

"Menurut saya lebih baik kalau dananya ada barengan. Kita kan nabung tujuannya biar kalau tiba-tiba sakit ada dana daruratnya. Masalahnya kalau yang terjadi tahu-tahu Rp 10 juta dana perawatan sedangkan uang tabungan belum cukup bayarin, kan repot," kata Andy.

Sementara untuk asuransi berapapun iuran bulanan, kalau terkena penyakit dan butuh perawatan maka akan dicover penuh oleh pihak asuransi.

"Beda sama asuransi, misal perbulan bayar Rp 500 ribu. Misal baru bayar sebulan kamu sakit dirawat total Rp 10 juta. Maka itu akan dicover penuh sama asuransi," ungkap Andy.

Virus Corona Masih Mengintai, Perlu Punya Asuransi Kesehatan?


Simak Video "Terapi untuk Atasi Gangguan Indra Penciuman pada Pasien Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)