Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 20 Feb 2020 15:07 WIB

Jaksa Agung Dibuat Repot Kasus Jiwasraya

Hendra Kusuma - detikFinance
Jaksa Agung ST Burhanuddin (Wilda Hayatun Nufus/detikcom) Foto: Jaksa Agung ST Burhanuddin (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengaku kerepotan dalam menangani kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Pasalnya, dalam kasus tersebut ada keterliban pihak asing dan akan berdampak pada kepercayaan investor kepada Indonesia.

Dia menyebut dampak kerugian negara dari kasus tersebut sekitar Rp 17 triliun.

"Jiwasraya 17 triliun dan terlibat investor asing dan lokal cukup banyak. Ini buat kerepotan dan penilaian negara dari investor, ini sangat mengganggu," kata Burhanuddin saat acara Rakornas Investasi 2020 di Ritz Charlton PP, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Reputasi Indonesia sebagai negara yang ramah investasi pun mulai dipertanyakan. Belum lagi, kata Burhanuddin ada kasus sektor keuangan lainnya seperti kredit Bank Mandiri dan PT Danareksa Sekuritas.

"Ini merugikan dan menyangkut nama negara. Saya bersyukur, bahwa BKPM dipimpin oleh orang visioner dan sedikit berani. Saya yakin ke depan, kami lebih maju dari yang lalu," ungkap dia.

Menurut Jasa Agung saat ini investor sangat membutuhkan kepastian hukum dalam menjalankan bisnisnya di tanah air.

"Inilah kuncinya. Karena kalau hukum penuh ketidakpastian, para investor akan lari dan itu sudah terjadi pada kita," tegasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com