BI Pangkas Bunga Acuan, Airlangga Minta Bunga Kredit Bank Cepat Turun

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 20 Feb 2020 15:30 WIB
Airlangga Hartarto
Foto: (Rusman-Biro Pers Setpres)
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto meminta seluruh perbankan segera menyesuaikan bunga sesuai keputusan Bank Indonesia. Bank Senteral baru saja menurunkan suku bunganya di posisi 4,75% dari sebelumnya 5%.

"Yang paling penting transmisi dari BI ke perbankan itu dipercepat, karena sekarang BI Rate sudah turun tapi transisi di perbankan nya masih belum turun," kata Airlangga usai acara Rakornas Investasi 2020 di Ritz Charlton, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Airlangga menilai kebijakan penurunan suku bunga BI yang diikuti oleh perbankan juga akan berdampak baik pada investasi nasional. Sebab, biasanya investor menilai suku bunga acuan yang rencah sebagai daya tarik menanamkan modalnya.

"Tentu ini kesempatan untuk investasi karena kan investasi membutuhkan waktu 2 sampai 3 tahun, capital market tingkat suku bunga yang sedang turun," ungkapnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memutuskan menurunkan suku bunga acuannya. BI 7 Days Repo Rate ditahan di posisi 4,75% dari sebelumnya 5%.

"Rapat dewan gubernur BI pada 19-20 Februari 2020 memutuskan untuk menurunkan BI 7 days reverse repo rate 25 bps menjadi 4,75%," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2020).

Perry mengatakan, suku bunga deposit facility dan lending facility juga terpantau turun.

"Deposit facility turun 25 bps jadi 4% dan suku bunga lending facility turun 25 bps jadi 5,5%" katanya.

Perry mengatakan kebijakan tersebut telah disesuaikan dengan kondisi ekonomi global dan domestik.



Simak Video "Jokowi Ingin Cepat-cepat Sediakan Internet di 12.500 Desa"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)