Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 21 Feb 2020 09:05 WIB

Jamkrindo Kantongi Laba Rp 765 M, Naik 51%

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Perum Jamkrindo mencatatkan laba sebelum pajak tahun buku 2019 sebesar Rp 765,71 Miliar, tumbuh 51 persen dari laba tahun 2018 sebesar Rp 508,28 Miliar. Foto: dok. Jamkrindo
Jakarta -

Perum Jamkrindo mencatatkan laba sebelum pajak pada tahun buku 2019 sebesar Rp 765,71 miliar, tumbuh 51% dari laba tahun 2018 sebesar Rp 508,28 miliar. Jamkrindo mencatat volume penjaminan mencapai Rp 203,99 triliun, meningkat 17% (yoy) dari realisasi volume penjaminan tahun 2018 sebesar Rp 174,74 triliun.

Volume penjaminan tersebut terdiri dari volume penjaminan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp 59,01 triliun dan penjaminan non KUR Rp 144,98 triliun.

Direktur Utama Jamkrindo Randi Anto mengatakan, beberapa sektor yang menggerakkan motor pertumbuhan penjaminan tahun ini adalah sektor produksi, jasa perdagangan, konstruksi, dan usaha non-produktif. Lebih lanjut, Randi mengatakan penjaminan di sektor produksi didorong melalui KUR dan kredit komersial lainnya.

Selanjutnya, penjaminan di sektor jasa dan perdagangan digerakkan oleh penjaminan kredit ritel komersial, penjaminan kredit super mikro, kredit program PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), serta Kredit Ultra Mikro (UMi).

"Penjaminan di sektor konstruksi didorong oleh suretyship dan kontra bank garansi dan usaha non-produktif tahun ini masih didorong oleh penyaluran FLPP dan pinjaman multiguna," ujar Randi, Jumat (21/2/2020).

Dari sisi pendapatan usaha, pada 2019, Jamkrindo mencatatkan imbal jasa penjaminan (IJP) bersih sebesar Rp 2,53 triliun, naik 54% dari tahun sebelumnya Rp 1,64 triliun. Meskipun tahun 2020 merupakan tahun penuh tantangan, Randi dan jajaran direksi optimistis Jamkrindo bisa mencapai target yang sudah ditetapkan.

Untuk mencapai target tersebut, beberapa hal dilakukan antara lain memperkuat portofolio produk existing dan baru, memperkuat Sinergi BUMN, melakukan penjaminan yang berorientasi pada profitabilitas, serta memperkuat dan mengembangkan jejaring kemitraan.

Pada tahun 2020, target volume penjaminan Jamkrindo adalah Rp 231,5 triliun, tumbuh 13,5% dari realisasi tahun 2019. Adapun rincian penjaminan KUR Rp 95 triliun dan penjaminan non-KUR Rp 136,5 triliun.

"Kami optimistis bisa mencapai target tersebut," ujar Randi.



Simak Video "Erick Thohir: BUMN Akan Produksi 6 Juta Masker"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com