Bunga BI Turun, Bisa Nggak Minta Bank Pangkas Bunga KPR?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 22 Feb 2020 20:03 WIB
KPR
Ilustrasi KPR/Foto: Tim Infografis: Luthfy Syahban
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) telah memangkas bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 4,75%. Bunga acuan BI ini digunakan sebagai patokan dalam menentukan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) floating rate.

Floating rate merupakan perhitungan bunga KPR yang nilainya berubah jika bunga acuan BI mengalami perubahan. Bisa turun dan bisa naik.

Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk Lani Darmawan mengungkapkan saat ini bank dalam menentukan suku bunga pasti melihat biaya dana yang ada di perseroan.

"Untuk suku bunga KPR kami akan asses dengan melihat cost of fund lebih dulu (untuk turun)," kata Lani saat dihubungi detikcom, Sabtu (22/2/2020).


Lani menyebut untuk memfasilitasi calon nasabah, CIMB Niaga memiliki sejumlah promo KPR dengan bunga yang rendah. Misalnya CIMB KPR XTRA dengan bunga mulai dari 3,65%, KPR XTRA MANFAAT dengan bunga KPR 0%.

"Promo terus berjalan terutama kerja sama dengan rekanan developers dan agen agen properti," ujarnya.

Peneliti INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara menambahkan memang bank akan membutuhkan waktu untuk merespon penurunan bunga acuan BI.

"Meski bunga acuan turun, transmisi di bank bisa sangat lama karena kondisi ekonomi global dan likuiditas bank saat ini mengetat," kata Bhima.

Sementara itu detikcom merangkum data suku bunga dasar kredit (SBDK) di 10 bank nasional. Sebagai informasi SBDK adalah bunga dasar yang digunakan bank untuk penetapan bunga kredit yang dikenakan oleh bank kepada nasabah.


SBDK belum memperhitungkan komponen estimasi premi risiko yang besarnya tergantung dari penilaian bank terhadap risiko masing-masing debitur atau kelompok debitur.

Berikut ini daftar suku bunga dasar kredit (SBDK) di 10 bank:

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mematok bunga kredit korporasi sebesar 9,75%, kredit ritel 9,9%, kredit konsumsi KPR 9,9% dan kredit konsumsi non KPR 8,61%.

PT Bank Mandiri Tbk memberikan bunga kredit korporasi 9,95%, kredit ritel 9,9%, kredit mikro 17,5%, kredit konsumsi KPR 10,2% dan kredit konsumsi non KPR 11,95%.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) memberikan bunga kredit korporasi 9,95%, kredit ritel 9,95%, kredit konsumsi KPR 10,25% dan kredit konsumsi non KPR 12,25%.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mematok bunga kredit korporasi 9,95%, kredit ritel 9,9%, kredit mikro 17,25%, kredit konsumsi KPR 9,9% dan kredit konsumsi non KPR 12%.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memasang bunga kredit korporasi 11%, kredit ritel 11,25%, kredit konsumsi KPR 10,75% dan kredit konsumsi non KPR 11,5%.

PT Bank CIMB Niaga Tbk memberikan bunga kredit korporasi 9,4%, kredit ritel 10,1%, kredit konsumsi KPR 9,55% dan kredit konsumsi non KPR 9,95%.

PT Bank Mayapada Internasional Tbk memberikan bunga kredit korporasi 10,1%, kredit ritel 11,7%, kredit mikro 13,7%, kredit konsumtif KPR dan kredit konsumtif non KPR 11,5%.

PT Bank Danamon Tbk memberikan bunga untuk kredit korporasi 10%, kredit ritel 10,5%, kredit mikro 17%, kredit konsumsi KPR 10,25% dan kredit konsumsi non KPR 12%.

PT Bank OCBC NISP Tbk memberikan bunga kredit korporasi 10,5%, kredit ritel 11,5%, kredit konsumsi 10,25% dan kredit konsumsi non KPR 10,75%.

PT Bank Panin Tbk memberikan bunga kredit korporasi 10,36%, kredit ritel 10,6%, kredit mikro 17,93%. Kredit konsumsi KPR 10,62% dan kredit konsumsi non KPR 10,62%.



Simak Video "Kayu Putih Hidupkan Desa Wonoharjo"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/hns)