Bos PT PANN Buka-bukaan soal BUMN Diisi Pensiunan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 25 Feb 2020 10:57 WIB
pt pann
Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikcom
Jakarta -

PT PANN (Persero) disebut-sebut sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diisi oleh pensiunan. Selain itu, PT PANN juga dinilai sebagai perusahaan yang berjalan tidak sesuai dengan core bisnis, yakni pembiayaan kapal.

Menanggapi hal tersebut Direktur Utama PT PANN Herry Soegiarso Soewandy menceritakan dia tidak memahami dengan informasi jika perusahaan diisi oleh para pensiunan dan tidak membuka kesempatan untuk generasi muda.

"Mungkin begini, ada satu atau dua orang yang direkrut dari luar. Tapi kalau saya lihat, mereka umurnya bukan kategori pensiunan. Memang kita tarik ke perusahaan, apa iya ketika mereka pernah bekerja di tempat lain kemudian berhenti dan masuk PANN disebut pensiunan? Kan pro hire," kata Hery kepada detikcom akhir pekan lalu.

Dia mengungkapkan, tak ada jumlah pensiunan yang banyak seperti berita yang beredar. "Tapi memang ada orang yang pernah bekerja di sebuah bank BUMN, apakah itu masuk kategori pensiunan?," ujar dia.

Herry juga menambahkan sejak 1994 PT PANN tidak pernah menggemukkan diri. Hal ini karena kondisi keuangan PANN juga tidak memungkinkan.

"Apa itu menggemukkan diri, orang setengah mati cari funding," jelas dia.

Saat ini jumlah pegawai tetap yang ada di PT PANN sebanyak 7 orang termasuk Herry, 12 pegawai outsourcing dan 3 orang pegawai kontrak.

Dia menceritakan jumlah ini terus berkurang, sesuai dengan operasional perusahaan. "Waktu itu banyak yang pensiun, ya saya tidak perlu ganti. Dari mana saya bayarnya? Sebagian pensiun, sebagian minta pensiun dini, sudah saya lepas aja. Daripada PANN menanggung beban, fungsinya hanya satu restrukturisasi yang jalan," ujar dia.

Menurut dia, hingga saat ini perseroan berupaya mempertahankan jumlah pegawai tersebut untuk menekan biaya operasional. Namun, jika seluruh restrukturisasi sudah diselesaikan maka dia siap untuk menambah pegawai sesuai dengan kepentingan bisnis.

"Ada juga yang banyak bilang disuntik besar Rp 3,8 triliun tapi pegawai hanya 7 padahal kan ada 12 outsource dan 3 kontrak, mereka itu pegawai juga. Lagi pula PMN kami hanya ganti buku saja, bukan uang tunai," jelas dia.



Simak Video "Selain Rangkap Jabatan, ICW Juga Soroti Jumlah Komisaris di BUMN"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/ara)