Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 26 Feb 2020 18:13 WIB

OJK Perketat Penjualan Reksa Dana di Perbankan

Hendra Kusuma - detikFinance
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso Foto: Agus Dwi Nugroho / 20detik
Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mengkaji produk investasi seperti reksa dana yang boleh dijual perbankan. Kajian tersebut sebagai tindak lanjut komitmen OJK melakukan reformasi di sektor industri keuangan non bank (IKNB) tanah air.

Reformasi juga sudah mendapat dukungan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi mendukung menyusul mencuatnya kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

"Ke depan harus diluruskan instrumen mana saja yang boleh dijual melalui perbankan dan mana yang tidak boleh," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam acara Economic Outlook 2020 yang diselenggarakan CNBC Indonesia di Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Dalam kajian itu, kata Wimboh sudah mulai dikoordinasikan dengan Bank Indonesia (BI).

"Ini sempat dibahas bersama Bank Indonesia dan menuai perdebatan," ujarnya.

Kajian dilakukan karena produk reksa dana tidak bisa memberikan jaminan bunga tetap, sehingga keuntungan yang ditawarkan pun tidak konstan. Sebab, produk reksa dana merupakan kumpulan saham yang pergerakannya terpengaruh oleh banyak sentimen.

Meski demikian, Wimboh mengungkapkan persoalan-persoalan sektor keuangan akan segera diselesaikan melalui reformasi, termasuk yang menimpa Jiwasraya.

"Jadi jangan khawatir, ini akan kami selesaikan segera, bukan hanya Jiwasraya tapi juga di pasar modal, ekosistem akan kami benahi," ungkap dia.



Simak Video "OJK soal Asabri: Pengawasan Tak Sepenuhnya di Kami, Kewenangan di Irjen"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com