Bank Sentral AS Guyur Rp 700 T Redam Dampak Corona

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 10 Mar 2020 10:13 WIB
Bendera AS
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Federal Reserve New York mengucurkan US$ 50 miliar atau sekitar Rp 700 triliun (kurs Rp 14.000) ke dalam sistem keuangan untuk meredakan dampak corona. Penyebaran virus ini memang membuat pasar keuangan global khawatir dan menimbulkan guncangan.

Fed New York sudah mengucurkan US$ 100 miliar atau Rp 1.400 triliun (kurs Rp 14.000) sebelumnya. Langkah tersebut dilakukan saat indeks Dow Jones anjlok hingga 8% atau sekitar 2.000 poin.

Bank sentral AS juga berupaya menambah likuiditas dengan membeli obligasi dan surat berharga yang dilepas di pasar.

Menurut Fed, virus corona menghambat operasional perusahaan yang melantai di Wall Street. Hal ini membuat sejumlah perusahaan mempertimbangkan agar karyawan bisa bekerja dari rumah.

"Ini untuk mendukung kelancaran pasar modal dan ketahanan bisnis dalam menghadapi virus corona," kata Fed New York dalam keterangannya dikutip dari CNN, Selasa (10/3/2020).

Sebelumnya JPMorgan Chase, salah satu bank terbesar di Amerika Serikat (AS) telah meminta pegawainya untuk bekerja dari rumah selama uji coba perdagangan jika corona menyerang New York dan London.

Kepala Strategi Kebijakan Suku Bunga AS di Bank of America, Mark Cabana mengungkapkan Fed memberikan sinyal terkait apa yang terjadi di pasar saham dan mereka bersikap responsif.

Direktur Pelaksana di Janney Capital Markets Guy LeBas mengungkapkan kekhawatiran pasar akan corona, harga minyak yang merosot turut mempengaruhi pergerakan harga.



Simak Video "Kasus Aktif Covid-19 Indonesia di Bawah Rata-rata Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/ara)