Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 11 Mar 2020 15:21 WIB

Asuransi Hotel hingga Kendaraan Bermotor Kena Dampak Corona

Vadhia Lidyana - detikFinance
Hotel Grand Inna Samudera Beach Hotel Foto: (Syahdan Alamsyah/detikcom)
Jakarta -

Penyebaran virus corona memberikan dampak langsung terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia. Industri-industri berteriak, terutama industri pariwisata yang salah satunya hidup dari sektor perhotelan.

Ternyata, tekanan virus corona juga terasa sampai di industri asuransi. Menurut Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI ) HSM Widodo, saat ini asuransi yang sangat kesulitan ada di sektor properti, khususnya hotel.

Penurunan okupansi yang signifikan menyebabkan hotel tak memiliki pemasukan. Sehingga, cicilan asuransinya pun mandek.

"Yang kelihatan sangat jelas adalah sekarang hotel. Mereka benar-benar nggak punya cashflow. Pemasukannya nggak ada. Misalnya Agoda, booking, tapi kan Agoda ke hotelnya juga ada termin. Jadi bayangkan," ungkap Widodo usai menghadiri Kongres AAUI Ke-IV, di Permata Kuningan, Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Menambahkan Widodo, Direktur Eksekutif AAUI Dody Dalimunthe mengungkapkan, sektor manufaktur, seperti kendaraan bermotor juga loyo. Tingkat produksi yang rendah karena terbatasnya bahan baku berdampak langsung pada kinerja keuangan perusahaan. Sehingga, hal ini juga berdampak pada pembayaran angsuran asuransi.

"Industri multi-finance yang penopang lebih dari 60% asuransi kendaraan bermotor itu mengatakan bahwa dia ada penurunan produksi. Otomatis juga berdampak pada penjualan kendaraan bermotor. Nah dengan tambahan bahwa impor suku cadang pun akan berkurang dari produsennya, itu akan berpengaruh juga produksi dalam jumlah besar," papar Dody.

Oleh sebab itu, AAUI mengeluarkan prediksi awal yakni pertumbuhan asuransi kendaraan bermotor di tahun 2020 akan stagnan. Namun, jika kinerja produsen kendaraan bermotor tak berangsur baik, maka ada potensi penurunan.

"Karena diprediksi akhir 2020 kita sudah melihat bahwa asuransi KKB itu akan stagnan. Dengan adanya statement ini, bisa jadi prediksi stagnan itu akan turun," imbuh dia.

Padahal, 60% premi nasional diperoleh dari asuransi properti dan kendaraan bermotor. Apabila kedua industri itu terganggu kinerjanya, otomatis penerimaan premi nasional pun menurun.

"Karena dua produksi ini, properti dan kendaraan bermotor ini total sudah 60% sendiri dari total premi nasional. Jadi kalau ada apa-apa dengan dua ini, itu yang terjadi pada 2017 saat pertumbuhan properti kecil sekali. Sehingga dampaknya pertumbuhan ekonomi juga kecil," pungkas Dody.



Simak Video "WNA Pasien Corona yang Meninggal Sebelumnya Dirawat di RS Sanglah"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com