Bayar Tanpa Cash Bisa Cegah Penularan Virus Corona

Arbi Anugrah - detikFinance
Minggu, 15 Mar 2020 15:58 WIB
QR code MRT Jakarta
Foto: Soraya Novika/detikcom
Cilacap -

Tren metode pembayaran saat ini terus berkembang, salah satunya dengan menggunakan Quick Response Indonesia Standard (QRIS). Bahkan WHO mengimbau masyarakat bertransaksi secara nontunai untuk mencegah penyebaran virus corona.

Menurut salah satu warga Cilacap, Galuh Ardana saat mengikuti pekan QRIS nasional yang diadakan oleh Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Purwokerto mengatakan jika penggunaan QRIS sangat mudah dibandingkan harus membawa uang tunai. Apalagi uang tunai diduga dapat menjadi salah satu penyebar virus dan bakteri.

"Menurut kita ini justru jadi lebih mudah (pakai QRIS) apalagi sekarang nih kita (rata rata) penggunaannya uang tunai, setelah (menurut) WHO untuk penggunaan uang tunai jadi salah satu penyebar buat covid 19. Makanya dengan transaksi menggunakan QRIS ini justru ini jadi salah satu alternatif buat kita jadi pembayarannya lebih mudah, simpel dan kita bisa terhindar juga dari bakteri atau virus virus yang ada di uang," kata Galuh kepada wartawan saat mengikuti pekan QRIS nasional KPw BI Purwokerto diarea CFD di Jalan Jenderal Soedirman Cilacap, Minggu (15/3/2020).

Dia mengaku baru saja menggunakan QRIS untuk berinfaq ke Masjid Darussalam Cilacap. Apalagi saat ini semua orang rata rata sudah menggunakan handphone, sehingga semua lebih mudah.

"Tadi kita habis infaq ke masjid Darussalam, kita pakai QR, kita tinggal scan, masukkan aja berapa yang mau kita infaqkan kesana klik ok, selesai deh. Tidak perlu datang ketempat, kita bisa langsung dari mana aja dan ini lebih mudah. Apalagi sekarang kita semua sudah pegang handphone," ucapnya.

Kepala Perwakilan BI Purwokerto, Samsun Hadi mengatakan jika penggunaan handphone saat ini tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Sudah banyak masyarakat yang memanfaatkan handphone sebagai alat pembayaran non tunai, salah satunya menggunakan QRIS.

"Yang jelas kita tidak perlu pegang duit lagi dengan QRIS, duit itu kan kadang kadang kotor, rusak, dan ada virus segala macam. Dengan ini kan tidak pegang duit, aman dari segi itu," kata Samsun.

Dia menjelaskan jika metode ini merupakan trend kedepan. Karena sistem pembayaran berubah terus semakin canggih.

"QRIS ini kan salah satu pembayaran yang sedang trend. Dengan perkembangan digital dan teknologi, semakin memudahkan orang dengan transaksi menggunakan handphone dimana saja, pakai kode rahasia jadi lebih aman. Kalau uang elektronik ketika jatuh bisa dipakai orang. Kalau pakai handphone aman apalagi ada kode rahasia kita," ucapnya.

Bahkan penggunaan QRIS juga sangat menguntungkan bagi masyarakat, apalagi bisa digunakan untuk uang pecahan pecahan kecil betapapun labih mudah menggunakan QRIS. Bahkan masyarakat tidak perlu lagi takut dengan beredarnya uang palsu.

"Jadi scan, bayar, masuk rekening, penjual atau tempat ibadah yang kita sumbangkan jadi langsung masuk rekening dan bisa dipantau secara harian laporannya," jelasnya.

Di wilayah KPw BI Purwokerto yang meliputi Karisidenan Banyumas, seperti Banjarnegara, Cilacap, Purbalingga dan Banyumas. Penyebaran QRIS sudah mencapai sekitar hampir 20 ribu.

"Rata rata ke penjual dan pembeli kita sosialisasikan terus untuk memudahkan metode pembayaran," ucapnya.

"Apalagi dengan perkembangan teknologi, seperti sistem aplikasi pembayaran. Masyarakat sudah familiar seperti dana, ovo, go pay, tinggal dia membuat satu menu aja sudah bisa membayar," ujarnya.



Simak Video "Sebaran Kasus Aktif Corona RI Per 4 Oktober, Terbanyak di Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(arb/dna)