Inflasi Turun, Suku Bunga Turun

Inflasi Turun, Suku Bunga Turun

- detikFinance
Kamis, 08 Des 2005 13:55 WIB
Jakarta - Suku bunga baru bisa turun jika lonjakan inflasi sudah bisa diredam. Suku bunga yang ditetapkan saat ini dinilai sudah pas dengan kondisi sekarang ini."Ini tergantung pada apakah kita bisa meredam inflasi. Kuncinya di situ. Kalau inflasi bisa kita turunkan, suku bunga otomatis mengikuti," kata Menko Perekonomian Boediono.Hal itu disampaikan Boediono usai acara Penganugerahan UKM 2005 di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Kamis (8/12/2005)."Kita harapkan inflasi turun, dan suku bunga otomatis turun. Pembiayaan dana juga turun. Mereka yg meminjam akan kembali ke tingkat bunga yang dulu sebelum ada gejolak," tambah Boediono.Dijelaskan, penetapan suku bunga dipengaruhi banyak hal seperti jumlah uang beredar serta pengeluaran dan peneriman APBN."Itu nanti akan kita sinkronkan bagaimana ke depan nanti. Kita tidak bisa katakan ini harus naik atau turun sebelum mendapatkan suatu antisipasi untuk 3-6 bulan ke depan. Sehingga kita baru bisa set kebijakan dari yg sekarang. Apa yg sudah ada ini adalah yg pas untuk sementara ini," urai Boediono.Ia meyakini sektor riil masih bisa bergerak di tengah tingginya suku bunga saat ini. Hal ini disebabkan pergerakan sektor riil dipengaruhi oleh banyak faktor. "Suku bunga hanyalah salah satunya. Apalagi bila meningkatnya hanya untuk waktu yang pendek. Mudah-mudahan tidak terus tinggi," tambahnya.Penganugerahan UKMSementara itu, saat penganugerahan UKM 2005, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju, tidak cukup mengandalkan kekayaan sumber daya alam, banyaknya tenaga kerja dan arus investasi. Namun menurut SBY, perlu juga penguasaan teknologi tinggi."Kita sadar membangun bangsa jangan hanya andalkan kekayaan alam, banyaknya modal dan tenaga kerja. Tapi penguasaan teknologi, ini berkaitan erat dengan produktifitas dan kualitas yang makin baik," kata SBY. Presiden menjelaskan, ukuran dari sebuah bangsa yang maju adalah pertumbuhan ekonominya. Hal itu bisa dilakukan dengan mengotimalkan potensi sumber daya alam, jumlah tenaga kerja yang melimpah serta arus modal baik dari dalam dan luar negeri.Namun perjalanan menuju kemajuan akan semakin panjang tanpa penguasan teknologi. Dan salah satu ciri utama bangsa yang maju justru terletak pada penguasaan teknologinya.Faktor inilah yang kemudian mendorong kemampuannya meningkatkan produktifitas secara efisien dan berinovasi dalam memecahkan masalah yang dihadapinya.Dalam acara penganugerahan UKM 2005 ini, Presiden menyerahkan penghargaan Paramakarya kepada enam perusahaan kecil dan menengah atas produktifitas dan kualitas produknya.Mereka adalah Sentra Ina Ndao, NTT (tenun ikat), Tunas Asri Keramik, DIY (keramik), Sri Rejeki, Sulteng (abon), Sarandi Karya Nugraha, Jabar (alat-alat kesehatan), Bunga Harimau, Bali (kerajinan) dan Logam Asir, Jatim (logam). (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads