Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 24 Mar 2020 15:56 WIB

Gara-gara Corona, Modal Asing Rp 125 T Cabut dari RI

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin tajam, Selasa (16/12/2014). Saat ini, dolar AS sudah mendekati level Rp 12.900. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Penyebaran Covid-19 atau virus corona di Indonesia membuat modal asing mengalir deras keluar meninggalkan Indonesia hingga pertengahan Maret 2020. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan hingga saat ini modal asing yang keluar sebesar Rp 125,2 triliun dari sejumlah instrumen pasar keuangan.

"Terjadi aliran modal keluar Rp 125,2 triliun terutama dari surat berharga negara (SBN) jumlahnya Rp 112 triliun dan saham Rp 9,2 triliun," kata Perry melalui video conference, di Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Dia menjelaskan derasnya modal asing yang keluar ini terjadi pada Maret saat Covid 19 mulai menginfeksi banyak pasien. Pada Maret modal asing yang keluar tercatat Rp 104,7 triliun.



Perry menyebutkan, bank sentral berkomitmen untuk menjaga kondisi likuiditas di pasar keuangan agar cukup dan tersedia. Bank sentral bahkan telah menginjeksi likuiditas hingga Rp300 triliun.

"Kita sampaikan sejauh ini BI telah injeksi likuiditas hampir Rp300 triliun berupa rupiah di pembelian SBN Rp168 triliun, dari repo bank Rp55 triliun dan dari penurunan GWM di April kurang lebih Rp75 triliun," kata Perry.

Oleh karena itu ke depannya BI berkomitmen untuk terus meningkatkan intensitas stabilisasi di pasar DNDF, pasar spot, dan pembelian SBN dari pasar sekunder. Tak hanya itu, BI juga terus melakukan kordinasi dengan berbagai regulator termasuk KSSK guna menjaga stabilitas ekonomi.



Simak Video "Rupiah Keok Dihajar Dolar AS, Tembus Rp 14.500"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com