BI Minta Bank Tidak Jor-joran Beri Bonus Nasabah
Senin, 12 Des 2005 15:29 WIB
Jakarta - Upaya pengetatan likuiditas yang diterapkan oleh Bank Indonesia (BI) guna menekan inflasi menyebabkan beberapa bank kelimpungan mencari likuiditas dari nasabah.Perbankan pun terlihat begitu sengit memperebutkan nasabah dengan iming-iming bonus.Salah satunya yang cukup besar memberi iming-iming bonus adalah Bank Mandiri. Seperti diakui oleh Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo, bank dengan aset terbesar ini telah memberikan bonus yang cukup besar."Mungkin ada periode yang kita agak berlebihan (memberi bonus)," kata Agus usai acara peluncuran Ikatan Bankir Indonesia di Plasa Mandiri, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (12/12/2005).Meski demikian, Agus mengaku saat ini Bank Mandiri telah menjalankan amanat sesuai rambu-rambu yang diamanatkan dalam pengelolaan bank yang hati-hati."Sekarang kami meyakini bahwa Bank Mandiri tidak berlebihan dalam pemberian bonus," jamin Agus.Menyikapi hal itu, Gubernur BI Burhanuddin Abdullah pun meminta agar jor-joran bonus itu dikurangi."BI senang untuk menganjurkan sebaiknya hal itu dikurangi dan persaingan itu harus dilandasi dengan good governance dan tata kelola yang baik," ujar Burhanuddin.Lebih jauh Burhanuddin mengakui bahwa kebijakan ketat yang diberlakukan BI akan mengurangi marjin perbankan. Selain itu bank juga harus menyisihkan provisi yang lebih besar karena kecenderungan meningkatnya NPL.Namun Burhanuddin berkilah, semua kebijakan tersebut harus diambil BI sebagai suatu pengorbanan demi penyelesaian persoalan jangka panjang Indonesia.
(qom/)











































