Skema Keringanan Cicilan dari Bank

ADVERTISEMENT

Skema Keringanan Cicilan dari Bank

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 14 Apr 2020 06:23 WIB
Illustrasi Uang Rupiah dan Dollar
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Perbankan mulai menjalankan program keringanan cicilan untuk para nasabah yang terdampak COVID-19. Ada beberapa skema yang digunakan untuk keringanan ini.

Mulai dari 'libur nyicil' sampai penurunan suku bunga kredit. Salah satu bank yang paling siap menjalankan restrukturisasi ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) yang sudah merestrukturisasi ribuan nasabahnya.

Skema apa saja yang diberikan? Berikut berita selengkapnya:

Jenis Skema

Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan untuk nasabah UMKM yang mengalami penurunan omzet hingga 30% bisa mengajukan keringanan dengan penurunan bunga dan penundaan angsuran.

Kemudian untuk nasabah UMKM yang mengalami penurunan omzet 30% - 50% menggunakan skema penundaan angsuran pokok namun bunga diturunkan dan tetap dibayarkan.

Lalu jika penurunan omzet mencapai 50%-75% akan menggunakan skema ketiga yakni bunga pokok ditunda selama 6 bulan dan tidak perlu dibayarkan dulu. "Terakhir, bila omzet menurun lebih dari 75% baik bunga maupun pokoknya ditunda pembayarannya selama 1 tahun," kata Sunarso dalam siaran pers, Senin (13/4/2020).

Dia menyebut, untuk mempermudah nasabah BRI menyediakan formulir online agar pengajuan lebih mudah. "Nanti nasabah mengisi dan mengajukan dengan mencantumkan penurunan omzet dan cocok di skema ke berapa. Selanjutnya menyerahkan kepada bank untuk meakukan penilaian terhadap kondisi usaha dan menetapkan skema yang cocok," jelas dia.

Sunarso mengungkapkan sejak 16 Maret hingga 31 Maret 2020 BRI telah melakukan restrukturisasi terhadap lebih dari 134.000 pelaku UMKM dengan portofolio Rp 14,9 triliun.


Dia menyebut, dalam hal ini bank akan melakukan penilaian secara ketat. Karena itu ia mengharapkan jika masyarakat juga memahami jika pengajuan keringanan harus sesuai kriteria dan tidak seluruh nasabah akan diberikan penundaan pembayaran.

"Tergantung, kalau masih mampu kenapa minta pembebasan dan tolong yang mampu bisa membantu yang lain, sehingga ada anggaran yang digunakan untuk yang benar-benar berhak," jelas dia.



Simak Video "Santap Sepuasnya di Resto Berkelas Lewat 'Makan Bareng Mega'"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT