Suku Bunga Acuan BI Diramal Tetap 4,5%

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 14 Apr 2020 09:23 WIB
logo bank indonesia
Foto: Rengga Sancaya

Kedua, perkembangan nilai tukar rupiah dalam jangka pendek ini masih dipengaruhi oleh sentiment risk averse di tengah COVID-19 mempertimbangkan eskalasi COVID-19 secara global yang terus meningkat sehingga mendorong ekspektasi perlambatan ekonomi global.

"Volatilitas nilai tukar rupiah secara rata-rata menurun yang terindikasi dari one-month implied volatility yang meningkat menjadi 26% dalam ±3 minggu terakhir," ujarnya.

Di tengah volatilitas rupiah yang meningkat tersebut, nilai tukar rupiah tercatat terdepresiasi sekitar 14,5%Ytd, dan merupakan nilai tukar yang mengalami depresiasi terbesar di kawasan Asia secara tahun kalender. Sehingga, suku bunga acuan BI saat ini di level 4,5% diperkirakan akan dapat membatasi capital flight dari pasar keuangan domestik dalam jangka pendek ini.

Ketiga, Di tengah masa pandemi COVID-19 yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa bulan ke depan, maka respon kebijakan yang perlu diprioritaskan adalah kebijakan dalam rangka mengatasi krisis kesehatan yakni dengan menangani gangguan kesehatan dan menjaga keselamatan jiwa.

Selanjutnya, menjaga konsumsi masyarakat terutama miskin dan rentan dengan segera menyalurkan social safety net yang akan menjaga daya beli masyarakat khususnya pekerja di sektor informal yang terkena dampak sangat signfikan dari penurunan aktivitas ekonomi. Kebijakan-kebijakan seperti itulah yang cenderung akan efektif dan produktif di tengah masa pandemi COVID-19 ini.

Meskipun ruang penurunan suku bunga acuan terbuka mempertimbangkan respon kebijakan bank sentral global yang akomoditif bahkan mendekati level 0% pada beberapa bank sentral negara maju.

"Namun demikian, BI perlu fokus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dalam rangka menjaga confidence pelaku pasar di tengah masih tingginya ketidakpastian global akibat COVID-19. Selain itu, respon kebijakan fiskal melalui 3 paket stimulus kebijakan diperkirakan akan dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional," imbuhnya.

Halaman


Simak Video "Transaksi Dinar-Dirham Bisa Dibui, Ini Kata Pedagang Pasar Muamalah"
[Gambas:Video 20detik]

(kil/fdl)