Perbankan Siap Menyambut BI Rate 13 Persen
Rabu, 14 Des 2005 17:15 WIB
Jakarta - Kalangan perbankan kini bersiap-siap menghadapi kenaikan BI rate menjadi 13 persen. Perbankan yakin mampu menghadapi BI rate 13 persen dengan cara melakukan efisiensi serta penghematan-penghematan internal.Hal tersebut disampaikan Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo dalam seminar Economic Outlook 2006 di Financial Club, Graha Niaga, Jakarta, Rabu (14/12/2005)."Iya, karena maksudnya di bank-bank sudah siap untuk efisiensi biaya internal," kata Agus saat ditanya apakah perbankan siap menyongsong BI rate 13 persen.BI rate saat ini bercokol di level 12,75 persen. Namun Bank Indonesia (BI) masih menyisakan satu kali Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang diperkirakan akan memutuskan kenaikan BI rate hingga batas tertingginya tahun ini, yakni 13 persen.Selain melakukan efisiensi biaya internal, perbankan juga harus menjaga biaya operasionalnya agar dapat menghemat pengeluaran untuk biaya operasional, serta biaya yang terkait dengan kualitas aktiva produktif.Namun menurut Agus, jika NPL bank mampu dikendalikan, maka biaya pencadangan bank bisa dikurangi.Agus menegaskan, dengan kenaikan BI rate, perbankan sebenarnya masih bisa menahan kenaikan suku bunga. Namun jika kenaikan suku bunga diberlakukan, dipastikan pertumbuhan kredit akan menurun."Pada umumnya, bank-bank saat ini sudah melakukan praktek-praktek perbaikan perbankan yang sehat, temasuk melakukan pengelolaan risk management dan compliant," kata Agus.
(qom/)











































