Corona Lagi Merajalela, Bayar Zakat Online Saja

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 29 Apr 2020 04:00 WIB
zakat fitrah
Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Bulan puasa tahun ini menjadi momentum bagi seluruh umat muslim di Indonesia untuk membayar zakat secara digital atau online. Zakat termasuk ke dalam rukun Islam keempat. Secara bahasa, zakat artinya bersih, suci, berkat, dan berkembang.

Biasanya, pembayaran zakat bisa disalurkan lewat masjid, panti asuhan, atau lembaga lainnya. Untuk saat ini hal tersebut sulit dilakukan lantaran ada kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk memutus rantai penularan COVID-19. Dengan kata lain tidak ada lagi tatap muka dalam proses pembayaran zakat.

"Dengan pembatasan ini, orang mencari kemudahan berzakat, salah satunya melalui digital atau online," kata Direktur Utama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Arifin Purwakananta saat dihubungi detikcom, Jakarta, Selasa (28/4/2020).

Dia memperkirakan kenaikan tinggi terjadi pada pembayaran zakat jiwa atau fitrah. Kewajiban ini biasanya dibayarkan secara tatap muka saat Ramadhan. Namun karena COVID-19 bisa dibayarkan secara digital. Adapun besaran zakat fitrah sekitar Rp 40.000-50.000 per orang.

Arifin menjelaskan proses berzakat secara digital pertama kali diluncurkan pada tahun 2016, alasannya karena banyak masyarakat di Indonesia yang sudah menggunakan uang elektronik saat beraktivitas.

Adapun target penghimpunan dana zakat se-Indonesia tahun ini mencapai sekitar Rp 12 triliun. Menurut Arifin yang berasal dari digital atau online diperkirakan sekitar 20-25%.

Klik halaman berikutnya >>>

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Transaksi Zakat Online Meningkat Tajam 2 Kali Lipat"
[Gambas:Video 20detik]