Bank Bukopin Catatkan Laba Rp 53 M di Kuartal I-2020

Vadhia Lidyana - detikFinance
Sabtu, 09 Mei 2020 15:13 WIB
Bank Syariah Bukopin (BSB) akan meluncurkan pembiayaan baru sekitar Rp 500 miliar. Pembiayaan ini diluncurkan pada semester II/2013.
Bank Bukopin/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Bank Bukopin mencatatkan pertumbuhan laba operasional sebesar 88% pada kuartal I-2020 menjadi Rp 90,5 miliar. Peningkatan laba operasional ini berasal dari peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 19,8% dan pendapatan operasional lainnya sebesar 44,8%.

"Peningkatan pendapatan operasional lainnya Perseroan tersebut selaras dengan strategi untuk memfokuskan ekspansi pada produk-produk trade finance seperti Flexy Bill, Flexy Pay, Flexy Gas dan Flexy Health," kata Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk Eko Rachmansyah Gindo dalam keterangan resminya, Sabtu (9/5/2029).

Selama kuartal I-2020, kredit yang disalurkan perseroan tumbuh 2,4% (year- to-date) menjadi Rp 71,2 triliun dengan posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 77,89 triliun. Dari sisi kualitas kredit, posisi NPL (net) turun ke 3,40%, membaik dibandingkan kuartal sebelumnya 4,45%.

Secara keseluruhan, hingga kuartal I-2020 aset Bukopin tercatat mencapai Rp 100,80 triliun, sementara laba sebelum pajak terjaga sebesar Rp 63,7 miliar, tumbuh tipis 1,2% secara year-on-year (yoy). Hingga kuartal I-2020 laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp 53,70 miliar.

Ke depannya untuk memperkuat permodalan, Bank Bukopin telah merencanakan aksi korporasi pada tahun ini melalui Penawaran Umum Terbatas (PUT) V. Langkah tersebut merupakan salah satu untuk memperkuat permodalan Perseroan dengan mekanisme HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) dengan jumlah sebanyak-banyaknya 40% dari total saham Perseroan.

Proses HMETD diharapkan dapat segera direalisasikan. Saat ini aksi korporasi tersebut telah sampai pada proses registrasi lanjutan.
"Aksi korporasi ini ditujukan untuk meningkatkan modal inti Perseroan sehingga penguatan modal tersebut nantinya akan digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis, terutama di sektor penyaluran kredit serta penguatan struktur keuangan," pungkasnya.



Simak Video "Ilmuwan Manfaatkan Laba-laba Perangi Keganasan Nyamuk Malaria"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)