Pedagang di Pasar Butung Ogah Pergi ke Bank, Ini Alasannya

Nurcholis Ma - detikFinance
Sabtu, 16 Mei 2020 11:28 WIB
Pasar Butung
Foto: Nurcholis Ma'arif
Makassar -

Sebagai salah satu pasar grosir terbesar di Makassar, perputaran uang yang terjadi di Pasar Butung berlangsung cepat. Untuk itu, pedagang perlu mengelola penghasilan hariannya dengan baik untuk modal belanja kembali, membayar karyawan, dan mengambil laba bersih.

Hal itulah yang dilakukan Megawati, salah seorang pedagang pakaian di Pasar Butung, dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyiasati hasil penjualan hariannya dengan menabungkan uang tunai di bank lewat Mantri keliling setiap hari saat pasar hendak tutup.

"Biasanya saya pulang dari toko mampir-mampir gitu, (karena uang sudah disetor) mencegah beli ini beli itu, lebih awet ditabung, bisa jadi modal lagi. Jadi saya lebih ke tiap hari nyetor biar nggak bawa (uang) cash, soalnya kan kalau perempuan bawa cash gini-gini (pengen belanja) terus," ujarnya ke detikcom beberapa waktu lalu.

Megawati tergolong pedagang baru yang menyewa los di Pasar Butung. Tadinya ia bekerja di salah satu perusahaan farmasi di Makassar. Setelah menikah dan punya anak, ia berhenti serta memutuskan untuk berjualan pakaian di sana.

Awalnya ia hanya berjualan secara online dan mengambil barang dari Pasar Butung, hingga akhirnya ia memperluas usahanya dengan menyewa los di tempat yang sama dan mengambil barang dari Jakarta. Untuk modal usaha, ia memanfaatkan dana yang diberikan suaminya hingga mendapat pinjaman dari bank.

"Sekitar dua tahun di Pasar Butung, saya hamil lagi. Anak kedua lahir, lebih fokus lagi menambah stok barang. Hasil penjualan online dan offline 50-50. Setelah 2-3 bulan, saya dapat hasil yang kurang lebih sama dengan gaji income waktu kerja, tetapi lebih enteng, bisa sambil mengurus anak juga. Waktu dulu kan kerja, pergi pagi, pulang malam," ujarnya.

Kini ia mempekerjakan karyawan di tokonya dan lewat karyawannya itu pula ia menabung hasil penjualan harian dari dagangan pakaian. Meskipun begitu ia tak khawatir karena setiap kali selesai disetor lewat Mantri, ia mendapat pemberitahuan lewat SMS.

Pasar ButungMegawati/Foto: Nurcholis Ma'arif

"Setorannya setiap hari. Awalnya sebelum ada program dari BANK BRI yang jemput dana itu, setiap hari pulang dari toko mesti singgah buat setoran tunai. Jadi sekarang lebih enteng, dananya dijemput di toko," ujar Megawati.

Sementara itu, Mantri BANK BRI unit Pasar Butung, Randi Taha mengatakan selain Megawati, masih banyak pedagang lain di tempat yang sama menggunakan jasanya untuk menabung atau menyetor.

Sebab setiap harinya ia selalu berkeliling hanya berbekal smartphone yang sudah terinstal aplikasi BRISPOT Mikro. Ada atau tidaknya nasabah yang menabung atau setoran pada hari itu, ia tetap singgah.

Kata dia, para pedagang di Pasar Butung Makassar dan sekitarnya dulunya agak kesulitan untuk melakukan transaksi perbankan atau menabung penghasilan hariannya karena harus datang langsung ke bank di mana terbatas dengan jarak dan waktu yang tersedia.

Kini dengan adanya BRISPOT Mikro dari BANK BRI sebagai solusi digitalisasi layanan finansial terintegrasi, pedagang dan UMKM terbantu dengan adanya proses cash pickup transaction, pinjaman, hingga adanya monitoring dari Mantri pada nasabah sektor UMKM.

Tak terkecuali mempermudah buat menjalankan tugas Mantri seperti dirinya. Manfaat pertama yang ia rasakan dari lewat fitur pick up transactionBRISPOT Mikro ialah proses setoran pinjaman dan setoran simpanan bisa dilakukan di luar bank sehingga lebih cepat.

"Yang kedua proses pembinaan dan penagihan nasabah tunggakan. Yang ketiga bisa mendapatkan data value chain dari kantor pusat yang bisa di-download langsung melalui BRISPOT. Yang keempat, kita bisa melakukan free screening langsung di lokasi nasabah pada saat on the spot," ujarnya.

"Kalau dulunya, saya itu dalam mengerjakan kredit masih manual melalui komputer di kantor, dicetak hardcopy. Tetapi kalau sekarang, tinggal foto, foto, foto, upload, kirim, dan berkas bisa tiba di pemutus Kaunit ataupun AMPM," pungkasnya.



Simak Video "BRISPOT Solusi Layanan Terintegrasi"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)