Bank Dapat Guyuran Stimulus Lagi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 28 Mei 2020 11:16 WIB
Ilustrasi Gedung Djuanda I dan Gedung Soemitro Djojohadikusumo
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali memberikan relaksasi ketentuan untuk perbankan. Hal ini dilakukan untuk memberikan ruang likuiditas dan permodalan bank agar stabilitas keuangan tetap terjaga.

Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo mengungkapkan kebijakan ini diterbitkan setelah OJK mencermati dampak pandemi COVID-19 yang cenderung menurunkan aktivitas perekonomian sehingga berefek kepada sektor keuangan melalui transmisi pelemahan sektor riil.

Dalam kebijakan ini disebutkan OJK memberikan relaksasi untuk bank umum konvensional dan bank umum syariah. Misalnya pelaporan/perlakuan/governance atas kredit atau pembiayaan yang direstrukturisasi sesuai POJK No.11/POJK.03/2020 (POJK Stimulus COVID-19).

"OJK juga menyesuaikan implementasi sejumlah ketentuan perbankan selama periode relaksasi," kata Anto dalam siaran pers, Kamis (28/5/202).

Dia menjelaskan, implementasi pemenuhan capital conservation buffer dalam komponen modal sebesar 2,5% dari aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR) bagi bank BUKU 3 dan BUKU 4 untuk sementara ditiadakan sampai 31 Maret 2020.

Selanjutnya OJK juga mengatur kewajiban pemenuhan Liquidity Coverage Ratio (LCR) dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) bagi bank BUKU 3, BUKU 4, dan Bank Asing harus dipelihara serendah-rendahnya sebesar 85% sampai dengan 31 Maret 2021. Bank wajib menyusun rencana tindak untuk mengembalikan pemenuhan LCR dan NSFR menjadi 100% paling lambat 30 April 2021.

Penilaian Kualitas Agunan yang Diambil Alih (AYDA) berdasarkan jangka waktu kepemilikan dapat dihentikan sementara sampai dengan 31 Maret 2021.


Setelah tenggat waktu tersebut, penilaian kualitas AYDA kembali mengacu pada ketentuan mengenai penilaian kualitas aset bank berdasarkan periode kepemilikan oleh bank sejak AYDA dieksekusi tanpa memperhitungkan periode relaksasi.

Kewajiban Penyediaan Dana Pendidikan oleh bank untuk tahun 2020 dapat kurang dari 5% anggaran biaya sumber daya manusia.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Anjlok! Pertumbuhan Kredit Bank Tahun 2019 Hanya 6,08%"
[Gambas:Video 20detik]