Inflasi Diramal 0,09%, Daya Beli Terganggu Gegara Corona?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 28 Mei 2020 15:25 WIB
Badan Pusat Statistik mencatat angka inflasi selama November 2019 sebesar 0,14%. Kenaikan harga bawang ikut memicu inflasi sepanjang bulan ini.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) memproyeksi inflasi pada Mei 2020 sebesar 0,09% secara bulanan sedangkan secara tahunan atau year on year mencapai 2,21%.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan angka ini memang lebih rendah dibandingkan periode Ramadan atau Idul Fitri tahun sebelumnya. Pada 2019 inflasi Ramadan sebelum Idul Fitri tercatat 0,68%, kemudian setelah Idul Fitri 0,55%.

"Kami perkirakan bulan Mei inflasinya sangat sangat rendah, 0,09% kalau dihitung tahunan 2,21%. Jadi Ramadan tahun ini alhamdulillah sangat rendah," kata Perry dalam video conference, Kamis (28/5/2020).

Dia mengatakan dampak pandemi COVID-19 ini menyebabkan permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa mengalami penurunan. "Jadi saat ramadan tahun lalu buka puasanya tidak di rumah, restoran juga demikian karena COVID-19 permintaan itu jadi rendah," ujarnya.

Perry menyebut angka inflasi ini juga terkait dengan rendahnya harga komoditas global dan berpengaruh terhadap harga barang impor. Selanjutnya stabilitas nilai tukar rupiah yang terjaga walaupun sempat mengalami pelemahan.

"Pada bulan Maret (rupiah) mendapat tekanan tapi Alhamdulillah saya jelaskan nanti nilai tukarnya stabil dan bahkan menguat dan tentu saja faktor yang keempat adalah bagaimana terjaganya ekspektasi inflasi," jelas dia.

Melihat berbagai kondisi itu, pihaknya meyakinkan inflasi tahun ini akan tetap terjaga di kisaran sasaran yang telah ditetapkan yaitu 3% plus minus 1%. "Insha Allah sasaran tahun ini inflasi tetap terjaga di kisaran sasaran 3%," tandasnya.



Simak Video "Kayu Putih Hidupkan Desa Wonoharjo"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/fdl)