Bunga Acuan BI Turun Lagi, Bunga Bank Kapan Nih?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 19 Jun 2020 06:00 WIB
logo bank indonesia
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) menurunkan lagi suku bunga acuan atau BI 7days reverse repo rate sebesar 25 bps menjadi 4,25%.

Selain itu BI juga menurunkan suku bunga lending facility dan deposit facility. Sebelumnya pada Mei dan April BI menahan suku bunga acuan.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan penurunan ini dilakukan demi mendorong momentum pertumbuhan ekonomi domestik. Seperti diketahui saat ini pemerintah mulai menerapkan new normal jelang berakhirnya masa PSBB di sejumlah daerah.

"Keputusan ini konsisten dengan upaya menjaga stabilitas perekonomian dan mendorong pemulihan ekonomi nasional pada era COVID-19," kata Perry dalam konferensi pers virtual, Kamis (18/6/2020).



Lanjut Perry, ke depan BI tidak menutup kemungkinan untuk kembali menurunkan suku bunga acuan. Ini karena tekanan inflasi domestik yang rendah, tekanan eksternal yang mereda, dan kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih lanjut.

"BI juga akan memperkuat bauran kebijakan dan bersinergi sangat erat dan mengambil langkah kebijakan lanjutan secara terkoordinasi dengan pemerintah dan KSSK untuk jaga stabilitas makro ekonomi dan dorong pemulihan ekonomi nasional," kata Perry.

Sebelumnya Kepala ekonom PermataBank Josua Pardede memproyeksi BI akan memangkas bunga acuan 2 bps ke level 4,25% dengan pertimbangan beberapa indikator makroekonomi. Misalnya, tekanan inflasi, khususnya inflasi dari sisi permintaan yang cenderung rendah.

Data-data lainnya yang turut mendukung lemahnya konsumsi rumah tangga adalah penurunan tajam dari indeks kepercayaan konsumen, penjualan eceran, nilai tukar petani, dan penjualan otomotif yang mengindikasikan konsumsi masyarakat berpotensi mengalami kontraksi.


Bunga Kredit Kapan?

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan sejak Juli 2019 hingga Juni 2020 BI telah menurunkan suku bunga acuan atau BI 7days reverse repo rate sebesar 150 bps.

Dia menjelaskan penurunan bunga ini sudah mulai terasa di pasar uang antar bank overnight yakni sebesar 152 bps.

"Suku bunga PUAB overnight, IndoNIA, Jibor overnight, jadi penurunan suku bunga BI sudah diikuti dengan bunga di pasar uang," kata Perry.

Perry mengungkapkan untuk bunga perbankan seperti bunga deposito tercatat 99 bps di periode Juli 2019 hingga Mei 2020. Menurut dia dengan demikian bank masih memiliki room untuk penurunan bunga deposito lebih lanjut.Sementara itu untuk bunga kredit periode Juli 2019 ke Mei 2020 tercatat sudah turun 69 bps.

"Tentu saja benar masih ada ruang bagi suku bunga kredit perbankan untuk terus turun," jelasnya.



Kemudian Perry menjelaskan bunga acuan ini juga turut mempengaruhi suku bunga di luar perbankan seperti yield surat berharga negara (SBN) dalam periode satu tahun sebesar 120 bps. Penurunan bunga BI ini juga menurunkan biaya APBN.

Dia meyakini penurunan suku bunga acuan ini juga akan menurunkan bunga pasar uang antar bank, deposito bunga kredit dan biaya APBN. Termasuk menurunkan yield obligasi korporasi.

Dari data BI pada Mei 2020, rerata suku bunga PUAB O/N dan suku bunga JIBOR tenor 1 minggu bergerak stabil di sekitar level BI7DRR yakni 4,33% dan 4,60%. Rerata tertimbang suku bunga deposito dan kredit modal kerja menurun menjadi 5,84% dan 9,60%.



Simak Video "Transaksi Dinar-Dirham Bisa Dibui, Ini Kata Pedagang Pasar Muamalah"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/eds)